Tuesday, May 25, 2010

Tata Ibadah syukur Hari Ulang Tahun Jemaat

Persiapan
Koord. Ibadah
Marilah kita berdiri dan memulaikan ibadah syukur ini dalam ketenangan dan perenungan, akan Dia di masa lalu, Dia di masa kini dan Dia di masa-masa yang tak kita ketahui.
(Sambil menyanyi, Khadim, dan Pelsus memasuki ruang ibadah)
Menyanyi,
KJ.No. 454 “Indahnya Saat Yang Teduh”
Indahnya saat yang teduh menghadap takhta Bapaku:
Kunaikankan doa pada-Nya, sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar, jiwaku aman dan segar;
‘ku bebas dari seteru di dalam saat yang teduh.




Dialah Terang Sesungguhnya
P Ketika Terang itu bercahaya, alam semesta terhentak oleh sinar-Nya. Segala sesuatu mulai terbentuk. Bumi beserta seluruh benda-benda dilangit seperti tergantung, namun tanpa tali pengikat. Kuatnya deru air yang bergemuruh dihambat dan dibatasi, terangkatlah tanah tempat sesuatu mulai mewarnai bumi menjadi hijau. Perlahan tanah dan lautan yang membisu mulai ribut oleh bunyi-bunyian sang makhluk yang telah hidup.
P Terang, Dialah Allah. Dialah sumber segalanya dan Dialah yang hadir dalam Ibadah Syukur ini. Biarlah ibadah ini ditahbiskan dalam terang-Nya. Amin.
Menyanyi,
KJ.No. 4:1,3 dan 5 “Hai Mari Sembah”
Hai mari sembah Yang Mahabesar,
nyanyikan syukur dengan bergemar.
Perisai umatNya, Yang Mahaesa,
mulia namaNya, takhtaNya megah!
Buana penuh mujizat ajaib,
ya Khalik, Engkau membuatnya baik.
Engkau memisahkan daratan dan laut
dengan kuasa firman: besarlah Engkau!

P Tiba-tiba Sang Terang mendekati tanah, dia membentuk, dia sepertinya berkaca dengan apa yang diciptakan dan tiba-tiba oleh sebuah hembusan angin yang panjang, dua langkah kaki mulai menghentak bumi, 4 langkah kaki mulai menjelajah bumi.
Menyanyi,
KJ.No. 4:5 “Hai Mari Sembah”
UmatMu lemah dan dari debu,
tetap memegang janjiMu teguh.
Kasih setiaMu berlimpah terus,
ya Khalik, Pembela dan Kawan kudus!

Terang Itu Berkata: “Dimanakah engkau” (Jemaat duduk)
P Dalam keindahan, kaki itu melangkah tetapi tiba-tiba kaki-kaki itu berbelok mendekati Pohon Kehidupan. Hancurlah keindahan, putuslah sebuah ikatan.
Dia kembali hadir, ada langkah menguak dedaunan yang jatuh. Dia kembali hadir, ada suara yang menggema, “Dimanakah engkau”. Suara itu, tanya itu, seakan menyiratkan manusia mulai bersembunyi dan tertutup oleh kabut dosa dan nista.
Menyanyi,
KJ.No.2:2 ”Suci, Suci, Suci”
Suci, suci, suci! Walau tersembunyi,
walau yang berdosa tak nampak wajahMu,
Kau tetap Yang Suci, tiada terimbangi,
Kau Mahakuasa, murni kasihMu.

P Manusia kemudian terusir dari keindahan, kaki-kaki mereka kemudian berlari mendaki bukit, menuruni lembah, menyeberangi lautan, memenuhi seluruh bumi. Mereka semakin terserak, namun kemudian ada suara yang memanggil mereka.
Sebuah bangsa diambil dan dikuduskan, disendirikan dan djadikannya anak. Bangsa terpilih mulai menetapkan keberadaannya. Mereka menjadi pantulan dari terangnya Sang Sumber Terang.
Oleh berlalunya waktu pantulan itu semakin meredup, cerminnya semakin buram. Sang Terang kemudian hadir dan menjelma. Dia menjadi sama dengan manusia.
Pantulan semakin meredup, cerminnya semakin buram, kemudian pecah berantakan. Bangsa terpilih, anak-anak yang dikasihi tiba-tiba berteriak, salib, salibkanlah Dia.
Menyanyi,
NKB.NO. 83 ”Nun Di Bukit Yang Jauh”
Nun di bukit yang jauh, tampak kayu salib;
Lambang kutuk nestapa cela. Salib itu tempat
Tuhan Maha kudus menebus umat manusia.
Refr: Salib itu kunjunjung penuh, hingga tiba saat ajaku.
Salib itu kurangkul teguh dan mahkota kelak miliku.

P Sang Terang memang disalib. Dia memang mati tapi bangkit dan mulai menghidupkan benih yang telah tertabur.
J Roh Kudus dicurahkan-Nya, Gereja tercipta, Jemaat semakin subur.
P Gereja Tuhan mulai melangkah. Dia melangkah dalam derapan. Dia berderap dan menyebar.
J Manusia kembali menjadi pantulan sinar-Nya,
P Manusia kembali menjadi cermin bagi Allah.
P+J Terpujilah nama Tuhan, Dialah Terang sesungguhnya bagi Jemaat ini.

Menyanyi,
KJ.NO. 7:1,4 “Ya Tuhan, Kami Puji Nama-Mu Besar”
Ya Tuhan, kami puji namaMu besar.
Ya Bapa, makhlukMu menyanyi bergemar.
Langit, buana, laut bersyukur semua,
malaikat segenap memuji Dikau jua.
KemuliaanMu tetap senantiasa.
Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Mahakuasa!

Ya Roh Kudus, berilah iman yang teguh,
sucikan kami di persekutuanMu,
supaya kami jangan mengandalkan diri
dan janganlah sesat ke kanan dan ke kiri.
Ya Bapa, Putra, Roh, kiranya Kauberikan
kepenuhan harapan yang kami nantikan.

Terang di Tanah ini; Terang di Jemaatku
P Gereja mulai berderap. Terang dibawa dari Yerusalem dan ke seluruh dunia. Injilpun berkibar.
Gereja sedang berderap. Oleh Pertikaian dan Perpecahan, Injilpun mulai berlari mencari daratan baru. Kini gereja tercipta dan bertumbuh di tanah yang baru tanah Minahasa.
Oleh Roh Kudus, Jemaat GMIM “Agape” Kalasey pun menjadi bagian dari Gereja-gereja di tanah Minahasa. Di Jemaat inipun Injil mulai berhembus.
Menyanyi,
”Tabah Dan Setiawan”
Tabah dan setaiawan, ikutlah rajamu
Sambil memuji-muji turutlah Tuhanmu.
Hanyalah perintah-Nya yang patut di dengar
Setia selamanya, nyanyilah bergemar.
Refr: Laskar Yesus ’yo ayunkan langkahmu
Maju jalan angkatlah lagumu
Turut Dia, Pahalawan Mahabesat,
Ikut Raja Yesus Penebus.

Tabah dan setiawan Dia pemimpinmu.
Kibarkanlah panji-Nya, maju dan menyerbu.
Setanlah musuh kita yang harus diterpa.
Tuhan Panglima kita, pantanglah menyerah. Refr : ...

P (Dibacakan Sejarah Singkat Jemaat)
Menyanyi,
”Musim Penuaian”
Selaku orang pengetam yang rajin kami himpunkan
Gandum dan bawa masuk t’rus ke lumbung Tuhan yang kudus
dan Yesuspun kupujikan yang Tuhannya penuaian
yang b’rilah berkat bahkanpun yang matilah sep’ri gandum
Refr:Pergi dan bekerjalah kamu satu-satu
Tuhan panggil berseg’ra jangan sayup waktu
Baik cepat-cepat teman s’karang waktu mengetam
Maju dengan nama Tuhanmu.

P Di jemaat ini, jemaat kita, jemaat yang mengundang semua orang untuk berkumpul dalam damai dan harapan. Bersukalah dan bersyukur kepada Yesus Kristus sang Kepala Gereja dan sumber dari Terang di dunia ini, sebab Dialah yang telah menolong kita menghadapi masa-masa yang sulit dan bersyukur di masa-masa yang penuh sukacita selama .................. tahun.
Menyanyi,
KJ.No.252:1 dan 2 ”Batu Penjuru G’reja”
Batu Penjuru G’reja dan Dasar yang esa,
Yaitu Yesus Kristus, Pendiri umat-Nya.
Dengan kurban darah-Nya Gereja ditebus;
Baptisan dan firman-Nya membuatnya kudus.

Dilanda perpecahan dan faham yang sesat,
Jemaat diresahkan tekanan yang berat.
Kaum kudus menyerukan, ”Berapa lamakah?”
Akhirnya makam duka diganti t’rang cerah.


Pelayanan Firman
P Marilah kita berdoa untuk pembacaan dan perenungan Firman Tuhan, ............................................................................................................................
P Pembacaan dan Perenungan
Puji-Pujian

Di Tahun ke- …….. : Bertumbuh dan Bersyukur
P Gereja selalu bertumbuh. Dalam pergumulan dia dijagai, dalam pertikaian dia disadarkan; dijaga dan disadarkan oleh Roh Kudus. Mari kita bersyukur dan mari kita berharap agar syukur ini akan selalu ada di antara kita di tahun-tahun yang akan datang.
(Memberikan persembahan)
Menyanyi,
NKB.NO. 100 ”Rindukah Engkau Mendapat Berkat Tuhan”
Rindukah engkau mendapat berkat Tuhan yang penuh
di seluruh hidupmu
Mintalah kepada Bapamu yang janji-Nya teguh
Menyertai langkahmu
Refr: Roh Kudus terus meluap di hatimu,
kar’na Tuhan berpesan: Bawalah bejanamu
Roh Kudus terus meluap di hatimu, ‘pun dengan kuasa-Nya.

Bawalah bejanamu yang kosong pada Penebus
Wahai kawan yang lesu Dengan hati yang rendah
tetap nantikan Roh Kudus Masuk dalam hatimu. Refr : ...

O anugerah ilahi pun mengalirlah terus
tak berubah kasih-Nya
Bejanamu ‘kan terisi oleh kuasa Roh Kudus
ya dan amin janji-Nya. Refr : ...

Doa Syukur
P Mari kita berdoa, ……………………………………………………………………………………………….

Nyalakan Lampu dengan Minyak, Jangan Biarkan Mati (Jemaat Berdiri)
P Di Jemaat ini Roh Kudus telah bekerja. Di tahun ke- ……….. Roh Kudus terus membaharui mempersatukan kita.
Menyanyi,
”Roh Allah Bekerja”
Di s’luruh dunia Roh Allah bekerja
Di s’luruh dunia s’perti nabi bersabda
Di s’luruh dunia ada ilham Roh yang heran
Tentang kemuliaan Tuhan seperti air menutup lautan

P Roh Kudus bagaikan minyak, Injil bagaikan lampu. Jangan biarkan lampu menjadi padam, jangan biarkan tahun-tahun di Jemaat ini merana!
Dalam tekad dan semangat, marilah kita meminta penyertaan dan penguatan dari Allah untuk menjadikan lampu kita semakin bersinar terang.
“Allah sumber segala kasih karunia, akan menjaga dan memampukan jemaat kita ditahun ke-………… ini untuk bersaksi memberitakan Injil dan untuk setia dengan persekutuan di tahun-tahun berikutnya dalam damai dan sejahtera.”
J Amin, Amin, Amin, Amin, Amin.




(Saat Teduh)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment