Monday, June 28, 2010

Humor 4 (Ilustrasi Khotbah)

"Bajuri Bingung Poligami ......"


Seorang penjual minyak goreng keliling seperti biasa menjajakan dagangannya di tepian Sungai Citarum.
"Nyak nyak minyaaaaaaaaaaaaak" ,teriaknya.
Di jalanan menurun tiba-tiba gerobaknya yang penuh dengan botol minyak tergelincir ke Sungai Citarum. Plung .... lap ...tenggelam deh "Harus kuberi makan apa istriku nanti ... huuu..."


Tiba-tiba ... seorang Malaikat yang baik hati muncul dan bertanya :
"Hai,BAJURI ... kenapa gerangan sehingga engkau menangis begitu ?"
Ternyata ... namanya BAJURI ... tahu juga ya itu Malaikat
"Oh, Malaikat ... gerobak minyak goreng saya tergelincir ke sungai..."
"Baiklah ... aku akan ambilkan untukmu ..."
Tiba-tiba Malaikat itu menghilang dan muncul lagi dengan sebuah kereta kencana dari emas, penuh dengan botol dari intan.
"Inikah punyamu?" tanya Malaikat ....
"Bukan ... gerobakku tidak sebagus itu ... mana mungkin penghasilan saya yang 6 juta sebulan bisa beli kereta kencana? Itu pun sudah ditambah komisi penjualan yang cuma sedikit"
Malaikat itu pun menghilang lagi dan muncul dengan sebuah kereta perak dengan botol dari perunggu.
"Inikah punyamu?" tanyanya lagi.
"Bukan, hai Malaikat yang baik .... Punyaku cuma dari besi biasa, botolnya juga botol biasa ..."
Lalu Malaikat itu pergi lagi ... dan kali ini kembali dengan gerobak dan botol Si BAJURI.
"Inikah punyamu?"
"Alhamdulillah ... benar ya Malaikat. Terima kasih sekali engkau telah mengambilkannya untukku".
Malaikat berkata", Engkau jujur sekali, ya BAJURI. Untuk itu sebagai hadiah ... aku berikan semua kereta dan botol tadi untukmu ..."
"Alhamdulillah .... terima kasih ya Allah ... terima kasih ya Malaikat ..."
Sebulan kemudian, BAJURI rafting bersama istrinya di sungai yang sama.Naas tak dapat ditolak, malang tak bisa dihindari.Perahu karetnya terbalik dan istrinya hanyut ....

"Huuuuuuuuuuuuuuuuuu.... huuuuuuuuuuu ........ istriku ... di mana engkau ....", isaknya
Tiba-tiba Malaikat pun muncul lagi "Kenapa lagi engkau, ya BAJURI ?"
"Istri saya hanyut dan tenggelam di sungai, hai Malaikat..."
"Ohhh ... tenang ... aku ambilkan ...."
Plash ... Malaikat itu menghilang dan tiba-tiba muncul kembali sambil membawa Nafa Urbach yang ada tato mawar di perutnya.
"Inikah istrimu?" tanya Malaikat ....
"Betul, Malaikat ... dialah istriku ...."
"Haaaaaa .... BAJURI!!!" Malaikat membentak marah.
"Sejak kapan kamu berani bohong? Di manakah kejujuran kamu sekarang?"
Sambil bergetar dan berjongkok ... BAJURI berkata :
"Ya, Malaikat ... kalau aku jujur .... nanti engkau menghilang lagi dan membawa Bella Saphira ... kalau kubilang lagi bukan ... maka engkau akan menghilang lagi dan membawa lagi istriku yang sebenarnya ...Lalu engkau akan bilang bahwa aku jujur sekali .... dan engkau akan
memberikan ketiga-tiganya kepadaku... Buat membiayai hidup Nafa saja aku bingung gimana caranya ...apalagi tiga-tiganya....??? "
Malaikat pun termangu dan bengong .... "Benar juga kamu ... kamu realistis ..."

"Cewe Bugil"

ada seorang cewe bugil naik taksi. supir taksi pun melotot pada si cewe. si cewe yang dipelototin begitu otomatis marah.
Cewe : Pak, emang gak pernah liat orang bugil, yah?
Supir: Saya cuman bingung aja, mbak! Darimana mbak ngeluarin uang?

===> Ini tidak porno lho !!!




"Kamu yang kelima"

Seorang kakek terlihat sedang memancing di pinggir got. Bermacam-macam tanggapan orang yang melihatnya. Ada yang bilang bodoh, gila dan aneh, dan sebagainya. Agus kebetulan lewat, penasaran melihat ulah kakek ini, bertanyalah dia,
Agus: "Kek, ngapain mancing di got?"
Kakek: "Untuk cari makan Nak."
Agus merasa kasihan dan menawari Sang Kakek untuk makan di Warteg dekat tempat si kakek memancing. Sembari makan Agus yang masih penasaran bertanya kembali,
Agus: "Kek, mancing digot apa dapat ikan?"
Kakek: "Pasti dapat!"
Agus: "Masa sih Kek? Udah berapa banyak dapat ikannya Kek?"
Kakek: "Kamu sekarang yang kelima .."

Agus: " ....!!!???@@"


"usia"

wanita umur 20 tahun itu seperti sepak bola yag direbutin ma 22 orang
wanita umur 30 seperti bola basket direbutin 10 prang
wanita umur 40 tahun seperti bola pingpong direbutin 2 orang
wanita umur 50 tahun sama seperti bola golf yg dipukul sejauh mungkin





"supermen"

kenapa rambut supermen itu sedikit aja dan terletak didepan karena kalau banyak bukan supermen namanya tapi supermi.

"Oleh-oleh"

Abang : "Hai Butet kalau abang pulang dari Jakarta kamu minta apa?"
Butet : "Sekarang kan udah zamannya modern aku minta HP lah Bang"
Abang : "Bagus permintaan kamu nanti abang bawakan"
Abang : "Hai Sinaga kamu minta apa?"
Sinaga : "Aku minta kaca mata biar kaya artis di TV."
Abang : "Oh.. tenang nanti abang bawakan"
Siburian : "Aku minta dompet kulit yang asli Bang, disini khan tiruan semua"
Abang : "Oh.. gampang nanti abang bawakan..."
Abang : "Ucok kamu mau dibawakan apa?"
Ucok : "Kebetulan bang, aku nggak punya ikat pingggang, kau bawakan aku ikat pingggang sajalah."
Abang : "Susah kali permintaanmu itu kalau HP, kacamata, dompet mudah ku dapatkan, tapi ikat pinggang... susah kali ku dapatkan karna susah kali kutarik itu dari pinggang orang..."


"Ikan Paus"

Disuatu kapal penumpang, terdapat 2 orang pemuda sebut saja Yono dan Patris.Mereka berasal dari 2 daerah.
Patris dari Flores sedangkan Yono dari Timor.selama perjalanan mereka terjadi percakapan....
Yono :"Tris diderahku ada seekor ikan paus yang gedenya seperti kapal yang kita naiki ini"
Patris: ah masa.... sih
Yono : Ya memang.
Patris:Kalau di daerahku lain. Ada kuali yang besarnya seperti lapangan.
Yono : Yang benar saja!
Patris: Ya iyalah.
Yono : Gunanya apa sih kualimu?
Patris: Untuk masak ikan pausmu.
Yono : ????????????

"Lomba mengentuti obor"

di suatu petrlombaan yang di adakan panitia dunia,mengadakan lomba kentut yang belom pernah ada ia ingin mencetak nama lomba baru ,dari seluruh negara,ada 3 perwakilan yang mendaftar... pertama amerika,jepang,dan indonesia

jadi dimulai lah perlombaan yang di awali oleh amerika, amerika mengutus ahli binararagawan yang sangat besar ototnya,di mulailah kentutnya.... (DOARDERDOOR)...!!!!
nyaris obornya mati..!!!
Negara kedua yaitu jepang yang , mengutus ahli sumo, di mulailah kentutnya... (DAR DOOOR DER WEW)lagi2 nyaris
Negara ketiga indonesia mengutus seorang petani yang kurus kerempeng kayak orang cacingan,,,!!!(kurus banget) dan dimulailah kentut.. (puuut)suaranya kecil sekali .. penonton pun terbahak2 " ahahhahah mana bisa mati" tiba2 "PRet" sang petani mencret.....!!!! api obor pun mati......
Selengkapnya...(Read More)

Humor 3 (Ilustrasi Khotbah)

"kepala botak"

apa bedanya kepala botak depan dan botak belakang?
jwb:kepala botak depan orangnya pintar, kalau kepala botak belakang dia pikir dia pintar


"Perbedaan Orang Barat dan Orang Indonesia Ketika Naik Taksi"

Apa perbedaan antara orang Barat dengan orang Indonesia ketika naik taksi?
Jawaban: Kalo orang Barat ketika naik taksi ngeliat pemandangan, kalo orang Indonesia ketika naik taksi ya.... ngeliat argonya terus. Abisannya bawa duitnya pas-pas-an dan takut kebablasan, nanti gak bisa bayar lagi


"Tak di sengaja"

Di satu daerah warganya sedang salat Idul Adha. Tiba-tiba salah satu warganya melihat kambing yg dikurbankan hilang.
Warga : Kok... kambingnya hilang ( warga tersebut meneriaki maling tersebut ), maling... maling...
Karena para warga sedang melakukan salat Idul Adha, tak ada satu orang pun yg meladeni. Akhirnya salah satu warga tersebut mencari maling itu sendirian.
Tiba-tiba ada warganya yg sedang menali seekor kambing.
Warga : Hey... sedang apa kau?
Maling : Tidak... Tidak...
Warga : Oh... jadi kau malingnya!
Maling : Bukan... bukan aku malingnya, Pak!
Waega : Lalu siapa? disini cuma ada aku dan kau!
Maling : Aku ingin mengambil tali, ternyata kambingnya ngikutin aku.
Warga : >>>!!!

"Narkoba"

Disebuah warung terjadilah percakapan antara Ramdan dan Soleh
Ramdan:Leh, kamu tahu nggak kepanjangan dari apa Narkoba
Soleh :Narkoba itu nggak ada kepanjangnya, yg ada Sabu (Sarapan Bubur).
Ramdan:Ada Leh.
Soleh :Apa?
Ramdan:NAsi Rames KOpi dan BAla-bala.
"siswa pintar"

Pada suatu hari ada seorang siswa yang bernama budi yang bersekolah di sebuah sltp negeri. saat pulang sekolah ia bertemu dengan ayahnya ayahnya pun berkata :

ayah:budi ayah ingin melihat nilaimu sehari-hari

ayah budi pun telah melihat nilainya budi dan ayahnya pun berkata

ayah:budi kamu memang anak yang pintar

sebulan kemudian saat pembagian raport budi pulang dengan menangis :

budi:ayah budi tidak naik kelas

ayah budi pun dengan marah-marah datang ke sekolahnya budi ayah budi pun berkata pada gurunya budi :

ayah:mengapa anak saya budi tidak naik kelas,padahalkan setiap hari budi mendapatkan nilai 10?

guru:oooo, pantas saja budi tidak naik kelas teman budi yang lain rata-rata mendapatkan nilai 70 sampai 100 namun hanya budi saja yang mendapatkan nilai 10 .................

"sarungku jatuh.."

Di suatu desa ada seorang nenek yang tinggal berdua dengan cucunya.Pada suatu hari nenek menyuruh cucunya yang baru saja pulang mengaji untuk memetik mangga di depan rumah.
Sambil duduk di kursi goyang dalam ruang tamu,sang nenek menyuruh cucunya

Nenek : Cucuku,tolong kamu panjatin pohon mangga didepan rumah,nenek pengen makan mangga.
Cucu : Iya Nek,mau memetik berapa?
Nenek : dua buah saja,cukup.Hati-hati ya!
Dengan tetap memakai sarung sang cucu memanjat pohon mangganya.Selang beberapa saat terdengar suara gedebuk...!
Sang nenek menghitungnya
Nenek : Satu..
Beberapa saat kemudian terdengar lagi gedebuuk...!!!?
Pikir Nenek : Dua..Tapi kok suaranya keras sekali????
Nenek : Cu,itu suara apa yang jatuh?
Sambil meringis,Cucu : Sarungku yang jatuh nek!!
Nenek : Kok keras sekali??
Cucu : Iya,sarungnya masih kupake Nek!!
"T semua"

Tukang tempe tertantang tukang tahu" Tatkala temperatur terik terbakar terus tersebar, tukang tempe tetap tabah, "Tempe-tempe", teriaknya. Ternyata teriakan tukang tempe tadi terdengar tukang tahu, terpaksa teriakannya tambah tinggi, "Tahu-tahu-tahu!" "Tempenya terbaik, tempenya terenak, tempenya terkenal!!", timpal tukang tempe Tukang tahu tidak terima,"Tempenya tengik, tempenya tawar, tempenya terjelek!" Tukang tempe tertegun, terhenyak, "Teplakkk...!" tamparannya tepat terkena tukang tahu. Tetapi tukang tahu tidak terkalahkan, tendangannya tepat terkena tulang tungkai tukang tempe. Tukang tempe terjengkang tumbang! Tapi terus tegak, tatapannya terhunus tajam terhadap tukang tahu. Tetapi, tukang tahu tidak terpengaruh tatapan tajam tukang tempe tersebut, "Tidak takut!!!" tantang tukang tahu. Tidak ternyana tangan tukang tempe terkepal, tinjunya terarah, terus tonjokkannya tepat terkena tukang tahu, tak terelakkan! Tujuh tempat terkena tinjunya, tonjokan terakhir tepat terkena telak. Tukang tahu terjerembab "Tolong...tolong...tolong...!",teriaknya terdengar tinggi. Tak lama, tukang tempe teruskan teriakannya, "Tempe...tempe....tempe...!"
Selengkapnya...(Read More)

Humor 2 (Ilustrasi Khotbah)

Jakarta di Belakang"

Baru sekali ini seorang Bapak dari Madura yang cukup punya uang naik pesawat. Ia akan berangkat naik haji tahun depan. Jadi, ia coba-coba naik pesawat ke Jakarta sebagai pengalaman awal.
Didalam pesawat dia duduk di kursi paling depan kendatipun nomor tempat duduknya sesungguhnya berada dibelakang. Agar lebih cepat sampai daripada penumpang lain, pikirnya.


Pramugari di pesawat sudah memberitahukan pada bapak tersebut bahwa tempat duduknya bukan disana. Tetapi, alih-alih pindah tempat duduk Bapak itu malah membantah.
"Saya mau ke Jakarta. Karena itu saya harus duduk paling depan !".
Si pramugari yang berkali-kali membujuk tapi tak berhasil, nampak mulai kehilangan akal. Melihat itu seorang pemuda mendekati si pramugari dan bertanya permasalahannya. "Oh, begitu !". Kata sipemuda lantas dia mendekati Bapak dari Madura tersebut.
"Bapak mau kemana ?".
"Ke Jakarta. Itu gadis bodoh tadi sudah dibilangi berkali-kali tapi ndak mau ngerti !"
"Maaf, pak ! kalau di depan sini jurusannya ke Palembang. Jurusan ke Jakarta duduknya di belakang".
"Ooooh ..... ".
Segera bapak tadi pindah ke kursi penumpang bagian belakang.


"Beda ???"
andy : apa perbedaan kentut orang inggris ama orang indonesia?
sarah :suaranya!!!
andy salah!klo orang inggris kentut bilang Im sorry klo orang indonesia Its not me!!!

"Anak Kecil"
Pada suatu hari disebuah sekolah Dasar
waktu itu jam istirahat dan terlihat di halaman sekolah tersebut seorang anak kecil menangis dengan kerasnya,lalu bertanyalah salah seorang gurunya....
Guru : Nak...kenapa nangis?
Anak : Uang saya hilang seratus perak bu...jawabnya sambil nangis
Guru : Ya udah sekarang diem ya...nih ibu kasi seratus
Tapi anak kecil tersebut malah nangis makin kenceng..gurunya pun bertanya
Guru : Lho...kok nangisnya makin kenceng,kan udah ibu ganti seratus
Anak : Iya bu...tapi kalau tadi uangnya ga hilang,kan sekarang uang saya ada dua ratus
Guru : .............?

yang disukai cewek dari cowok"
sebenarnya cewek tu nggak macem2 kok klo cari cowok!yang penting dy wibawa!ex.WIhBAWA mobil sport , WIhBAWA HP 10 jt an , WIhBAWA body guard!!!
"Penghuni Lain Hutan"
Ada sebuah percakapan di tempat kumpul anak gaul.Kemudian ketua dari geng tersebut, si Roy berbicara.
Roy:Hai kawan aku kasi pertanyaan ya!, ada 3 burung ditembak satu masih berapa?
Galih menjawab
Galih:2 Roy:salah Galih:Lalu sisanya berapa? Roy:1,soalnya kabur semua
"jam 12 malam/siang"
apa bedanya jam 12 malam sama jam 12 siang?
kalau jam 12 siang suaranya gini :ning neng-ning neng,,
truz kalau jam 12 malam gini suaranya : neng-neng,, buka pintunya neng, abang mau masuk nich udah malam, buka donk neng!!! hehehe gerrr,,

"saya tanya sama kambing...!!!"
ada seorang bapak yang berbadan gemuk membawa kambingnya jalan2...lalu ia melihat ada sebuah pesta yang meriah,iapun mendekatinya.namun di depan pintu dia di hadang penjaga yang berseragam
penjaga: kamu ngapain bawa sapi..!!!
bapak tua: saya ngak bawa sapi pak saya bawa kambing
penjaga: sapa yang nanya elo.. orang gua tanya kambing lo
bapak tua: $^&$^&$!^@#!@#!@#!@#!@#
"taruhan vampir"
di sebuah gua di puncak gunung hiduplah 3 vampir penghisap darah manusia. suatu malam ketiga vampir sepakat untuk membuat taruhan siapa yang paling cepat dapat mangsa malam ini.
vampir 1 segera terbang, setengah jam kemudian dia kembali dengan mulut berlumuran darah. kedua temannya heran,
Vampir 3 : dapat mangsa dimana?
vampir 1 : lo liat kampung sebelah gunung, penduduknya udah abis gua isep darahnya!
lalu vampir 2 segera terbang mencari mangsa. 10 menit kemudian dia kembali dengan mulut yang juga berlumuran darah. kedua vampir lainnya kagum.
vampir 1 :lo dapat mangsa dimana?
vampir 2 : lo liat perkemahan pramuka di kaki gunung? semuanya dah habis gua isep darahnya.
giliran vampir 3, dia pun segera terbang mencari mangsa, tapi semenit kemudian dia telah kembali dengan mulut yang juga penuh dengan lumuran darah.
tentu saja kedua vampir lainnya kagum.
vampir 1 2 : cepet amat, dapat mangsa dimana?
vampir 3 : lo liat ga jubah gue? gue lupa make trus waktu mo terbang tadi gue nyosor ke jurang sebelah gunung...
vampir 1 2 :????????????
Selengkapnya...(Read More)

Saturday, June 26, 2010

Humor 1 (Ilustrasi Khotbah)

"Pelaut kualat"
Dilain waktu ada teman si Pur Romli yang juga pelaut asal N.T.B,dia punya kawan pelaut asal Ambon bernama si Hehanusa.
Dia mengalami nasib yang sama seperti si Pur Romli,dan itu karena sepertinya akan datang badai di tengah laut saat itu.
Hehanusa berdiri di tiang layar tertinggi sambil berteriak keras ke atas langit sbb:
Hehanusa:Tuhan...Beta(aku)akan persembahkan kambing asal Ose(KAU)jangan marah dengan membuat badai.



Angin agak mereda saat itu,ia lalu turun ke tangga sedikit sambil bergumam:Ah Beta cuma mau kasih Ose ayam saja,karena beli kambing sungguh Beta tidak mampu.
Angin makin mereda dan badai tidak jadi datang,si Hehanusa turun dari tiang kapalnya.Dan ia turun sambil bergumam sbb:
Hehanusa:Kena tipu kau...Tuhan,Beta tak akan kasih kambing atau ayam sama Ose.Rasain ku tipu,emang enak ketipu nii yee.
Sambil tersenyum puas sekali setelah berhasil menipu Tuhan pikirnya,diapun lalu mendaratkan perahu ke daratan untuk pulang kerumahnya di Menggala Dukuh,Bumiayu,Brebes 52273.
Sewaktu hampir sampai di rumah,dan dia melihat orang sedang ramai ramai memadamkan api yang sedang membakar rumahnya.
Dia jadi bingung dan dengan gemas berteriak ke langit sbb :
Hehanusa:TUHAN...urusan dilaut jangan dibawa bawa kedaratan dong.OSE..jadi sungguh sungguh,padahal BETA cuma main main.




________________________________________

"sepatu superman"

kenapa sepatu superman kok warnanya cuma merah melulu?

jawab : soalnya yang item dipinjem ama batman and belum dibalikin!
"nyampe"

Pada suatu hari ada pasien yang mengeluh ke dokter.
Pasien :"(dengan memegang pipinya)Dok saya ingin minta , gigi saya yang sebelah kiri agar dicabut"
Dokter :"Mari saya cabut "
Kemudian si Dokter mencabut giginya si Pasien.Tiba-tiba...
Pasien :"Loh dok,kok yang sebelah kanan?kan yang sakit kan yang sebelah kiri?
Dokter :"Tenang saja, nanti juga nyampe kok"
Pasien :"?????????"

________________________________________
"pelajar sapi"

Acong: don katanya kamu ikut pertukaran pelajar.
Doni: iya.
Acong:wah hebat dong.
Doni: ah gak juga
Acing: lho emangnya kenapa?
Doni: soalnya indonesia kirim saya ke india india kirim sapi ke indonesia


________________________________________
"Cuma mau nyebrang..."

Di sebuah stasiun kereta api, seorang nenek bertanya pada seorang petugas:
Nenek : "Cu, kereta dari Surabaya lewat jam berapa?"
Petugas : "Jam 12.35 nek!"
Nenek : "Kalo yang dari semarang?"
Petugas : "sekitar jam 14.00, nek!"
Nenek : "trus kalo dari malang?"
Petugas : (mulai kesal) "mungkin jam 15.45!
Nenek : "lha kalo sepur yang dari yogya?"
Petugas : (dengan jengkel) "sebenarnya nenek mau kemana sih?"
Nenek :"Ndak cu, nenek cuma mau nyebrang ke sono..(sambil nunjuk seberang rel)
Petugas :&^*^$^&#&$.........

"berapa lama..."

seorang turis amerika sedang berjalan - jalan keliling jakarta dengan menumpang taksi, saat mereka lewat di monas :
Turis : berapa waktu yang dibutuhkan oleh bangsa kalian membangun monumen ini?
Sopir : sekitar 10 tahunan lah mister!
Turis : lama banget! kalo di negara saya mungkin cuma 6 bulan!
Saat mereka melintasi masjid istiqlal,
Turis : kalo bangunan ini berapa lama dibangun!
Sopir : kalo ndak salah 5 tahunan lah mister!
turis : lama juga yah! kalo dinegara saya mungkin cuma 3 bulan!
si sopir mulai kesel, sombong amat sih pikirnya. saat mereka melintas di senayan,
Turis : Stadionnya besar juga tuh, berapa lama dibangun?
sopir : wah kurang tau tuh tuan, perasaan tadi pagi saya lewat sini baru pondasinya yang jadi...!
turis : ?????????????..........
________________________________________
"MELEDAK"

Seorang pemeran film dan sinetron mengeluh kepada temannya di sebuah cafe.
"Aku diberhentikan dari dunia akting teman"Curhatnya.
Sang teman kaget "Lho kenapa kamu diberhentikan???Bukankah setiap film atau sinetron yang kamu perankan selalu MELEDAK?"
Dengan tenang dia menjawab : " Benar...tetapi yang meledak selalu Peralatan shuting-nya..."
Teman : ?????????
________________________________________
"Lomba kentut"

Suatu hari diadakan lomba kentut. Ada tiga
peserta. Yang pertama dari jerman, kedua dari cina, yang
terakhir dari Indonesia.

Peserta 1 dari jerman maju..........prettt tembok berlin rubuh.....

Peserta 2 dari cina brotttttt.......tembok cina hancur...

Peserta 3 dari indonesia pesss.......nyaris tidak terdengarr.......patung liberty tutup hidung

Selengkapnya...(Read More)

Simson dan Orang-orang Filistin Apakah Peristiwa itu Benar-benar Terjadi?

Dalam cerita Simson diceritakan bahwa dia merubuhkan sebuah kuil. Apakah para ahli arkeologi telah mengemukakan informasi yang berhubungan dengan cerita ini?
Titik balik yang sangat berarti dalam peperangan Israel melawan Filistin adalah kematian Simson. Dia ditangkap melalui pengkhianatan Delila. Orang-orang Filistin mencungkil matanya dan membawanya ke Gaza, salah satu kota besar mereka. Di sana mereka menyuruhnya menggiling biji-bijian di penjara. Kita tahu dari penemuan arkeologi bahwa penjara seperti itu pada dasarnya adalah rumah penggilingan. Di



rumah-rumah biasa, pekerjaan ini biasa dilakukan oleh para wanita. Para bangsawan birokrasi membangun rumah penggilingan untuk menghasilkan biji-bijian bagi para kaum elit. Di tempat inilah para budak dan narapidana diperkerjakan. Peralatannya adalah batu penggiling yang sederhana. Simson melewatkan hari-harinya duduk di atas tanah menggiling biji-bijian dengan alu yang digosok-gosokkan maju mundur dalam lesung di atas pangkuannya.
Pada suatu hari para pemimpin Filistin mengadakan upacara keagamaan untuk merayakan kemenangan mereka atas para musuhnya. Mereka membawa Simson ke kuil tempat mereka berkumpul, sehingga ia dapat menghibur mereka. Begitu tiba di dalam kuil, Simson meminta anak yang menuntunnya untuk menunjukkan kepadanya di mana letak tiang-tiang penyangga, sehingga dia dapat bersandar. "Kemudian Simson merangkul kedua tiang yang paling tengah, penyangga rumah itu, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanannya dan kepada tiang yang lain dengan tangan kirinya. Berkatalah Simson: "Biarlah kiranya aku mati bersama-sama orang Filistin ini." Lalu membungkuklah ia sekuat-kuatnya, maka rubuhlah rumah itu menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya." (Hakim-hakim 16:29-30).
Dengan satu kejadian, Simson menghilangkan seluruh kepemimpinan Filistin. Ini merupakan kemunduran besar dalam konflik mereka dengan Israel. Hal itu merupakan suatu titik balik. Sejak saat itu, orang Israel mulai memperoleh kemenangan. Tetapi apakah peristiwa itu benar terjadi? Dapatkah satu orang merubuhkan seluruh kuil sendirian? Arkeologi telah memberi kita jawaban yang menakjubkan.
Dua kuil Filistin telah ditemukan oleh para ahli arkeologi. Satu di Tel Qasile, di utara Tel Aviv, dan satu di Tel Miqne, Ekron kuno, 21 mil di selatan Tel Aviv. Kedua kuil mempunyai desain yang unik—atapnya disangga oleh dua tiang penyangga tengah! Tiang penyangganya terbuat dari kayu dan berdiri di atas alas batu. Dengan tiang-tiang yang berjarak enam kaki, seorang yang kuat dapat melepaskan tiang tersebut dari alas batunya dan menyebabkan seluruh atap runtuh. Penemuan arkeologi ini sangat cocok dengan cerita Kitab Suci.
Walaupun Simson mempunyai kelemahan, dia adalah orang pilihan Tuhan dan terdaftar dalam Perjanjian Baru sebagai seorang "yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, … telah beroleh kekuatan dalam kelemahan" (Ibrani 11:32-34)

Dianjurkan sebagai Bacaan Lanjutan:
Wood, Bryant G. 1974. "Samson and the House of Dagon", Bible and Spade, pp. 50-54. (available from the Associates for Biblical Research).

Diterjemahkan oleh: Jasinta
Pengarang: Bryant Wood of Associates for Biblical Research

Selengkapnya...(Read More)

Apakah ditemukan adanya kesamaan tentang orang-orang yang disebutkan dalam Alkitab oleh sumber diluar Alkitab?

Banyak orang yang disebutkan dalam Alkitab dikonfirmasikan oleh sumber-sumber di luar Alkitab. Dalam kasus keturunan raja dan kerajaan, seringkali ditemukan keserupaan dari sumber lain. Lebih dari lima puluh orang yang disebutkan dalam Perjanjian Lama dikenal melalui sumber di luar Alkitab, dan kita dapat mengindentifikasi keserupaan dari dua belas di anataranya. Dua puluh tujuh orang yang disebutkan dalam Perjanjian Baru, dikenal dari sumber lain, dengan enam orang yang serupa. (empat di antaranya adalah Kaisar Romawi).
Berdasarkan pengetahuan Alkitab dan sejarah Mesir, calon terbaik untuk Firaun dari Kitab Keluaran adalah Tuthmosis III, yang memerintah antara 1504-1450 SM. Kami mempunyai, banyak catatan dari kerajaannya, salah satunya adalah patung diri Firaun sendiri (lihat foto).



Keserupaan juga ditemukan dari figur Alkitab berikut ini:
Sisak, raja Mesir yang merampas barang-barang dari Bait Allah di masa pemerintahan raja Rehabeam (I Raja-Raja 14:25-26)

Yehu, raja Israel yang merebut kekuasaan dengan kup berdarah, mempunyai keserupaan dengan raja Israel atau Yehuda (II Raja-Raja 9:1-10:36).

Hazael, raja Aram, musuh bebuyutan Israel (I Raja-Raja 19:15, 17; II Raja-Raja 8:7-15, 28-29, 9:14-15, 10:32-33,12: 17-18, 13:3,22,24,25; Amos 1:4)

Tiglat Pileser III, raja Asyur (Siria), yang menginvasi Israel (II Raja-Raja 16:7,10; I Tawarikh 5:6,26, II Tawarikh 28:20)

Sargon II, raja Asyur (Siria), yang mengalahkan Asdod dan menaklukkan Samaria dan menangkap orang Israel sebagai budak. (Yesaya 20:1)

Sanherib, raja Asyur, yang menyerang Yehuda, tapi tak mampu untuk merebut Yerusalem (II Raja-Raja 18:13-19:37).

Tirhaka, raja Etiopia, yang berperang melawan Sanherib (II Raja-Raja 19:9)

Esarhadon, raja Asyur yang menggantikan ayahnya Sanherib (II Raja-Raja 19:37)

Merodakh-Baladan, raja Babel, yang utusannya ditunjukkan oleh Hizkia kekayaannya (II Raja-Raja 20:12-19).

Raja Ahasyweros (Xerses), raja Persia, yang menjadikan Ester sebagai ratu (Ester; Ezra 4:6)

Darius I, raja Persia, yang mengijinkan para tawanan untuk kembali dan membangun kembali Bait Allah di Yerusalem (Ezra 4:24-6:15; Hagai 1:1,15Agustus, Kaisar Roma yang memerintah tahun 27 SM - 14 SSM, sewaktu Yesus lahir (Lukas 2:1)

Tiberius, Kaisar Romawi memerintah tahun 14-37 SSM, semasa masa dewasa Yesus dan penyalibannya (Matius 22:17,21; Markus 12:14-17; Lukas 3:1; 20:22-25,23:2; Yohanes 19:12,15)

Klaudius, Kaisar Roma yang memerintah tahun 41-54 SSM, yang memerintahkan orang Yahudi untuk meninggalkan Roma (Kisah Para Rasul 11:28; 17:7; 18:2)

Herodes Agripa I, penguasa Yehuda, yang memerintah tahun 37-44 SSM, yang melakukan penganiayaan terhadap jemaat mula-mula.

Aretas IV, raja Nabatean, 9 SM-40 SSM, yang menguasai Damaskus, dan memerintahkan penangkapan Paulus (II Korintus 11:32)

Nero (disebut sebagai Kaisar dalam Perjanjian Baru), Kaisar Roma,54-68 SM, yang sering disebut Paulus dalam surat-suratnya (Kisah Para Rasul 25:11,12,21; 26:32; 28:19; Filipi 4:22).

Diterjemahkan: Robert Tanoni
Pengarang: Bryant Wood dari Associates for Biblical Research (Asosiasi Riset Alkitab)

Selengkapnya...(Read More)

Apakah Kuburan Orang-Orang Dalam Alkitab Ditemukan?

Ada banyak “kuburan tradisional” sesuai dengan orang yang tercantum dalam Alkitab, terkadang ada beberapa situs untuk satu individu! Dalam banyak kasus, tak ditemukan bukti sejarah atau arkeologi untuk mendukung identifikasi. Sekalipun demikian paling sedikit ada tujuh situs yang menunjukkan bukti kuat sekalipun tidak pasti, bukti untuk lokasi orang-orang yang terdapat di Alkitab.

Yesus Kristus
Saat ini di Yerusalem, terdapat dua lokasi yang diklaim sebagai kuburan Yesus yaitu di Gereja: “Holly Sepulchre” dan “Garden Tomb.” “Gereja Garden Tomb” diklaim sejak tahun 1800 namun tempat ini kurang memperoleh dukungan sejarah yang kuat. Secara tradisi sejak abad pertama, diyakini bahwa kuburan Tuhan Yesus berlokasi di “Holy



Sepulchre” di kota tua Yerusalem. Pada Abad ke-4 Kaisar Konstantinus mendapatkan bahwa tempat tersebut telah berubah menjadi kuil Romawi dari abad kedua. Ia kemudian merancang dan membangun gereja untuk menggantikan kuil tersebut. Gereja ini kemudian terus dipelihara dan direstorasi sampai sekarang. Sekarang ini gereja ini terbagi dalam enam denominasi yaitu: Katolik, Ortodoks, Armenia, Syria, Koptik dan Etiopia.

Imam Besar Kayafas
Kayafas menjadi Imam besar selama delapan belas tahun sejak tahun 18-36. Ia berhasil memperoleh posisi tersebut setelah menikahi putri Annas , kepala dari para imam besar (Yohanes 8:13). Kayafas sangat terkenal karena ia menjadi pemimpin dari persekongkolan untuk menyalibkan Tuhan Yesus.
Dalam pertemuan dengan para pemimpin agama, Kayafas berkata, “dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang untuk bangsa kita, daripada seluruh bangsa kita ini binasa” (Yohanes 11:50). Ia juga khawatir akan intervensi Roma, jika ajaran Yesus tak segera dibungkam. Kata-katanya ini merupakan nubuatan akan misi Tuhan Yesus di bumi, bahwa Ia akan mati untuk semua orang, untuk menebus dosa semua umat manusia.
Setelah Yesus ditahan Ia dibawa ke rumah Kayafas dan diinterogasi semalaman. Para penjaga memukuli dan menghinaNya (Lukas 22:63-65). Pada esok harinya Ia dihajar lagi. Kayafas bertanya padaNya, “Apakah engakau Mesias Anak dari Yang Terpuji?” “Akulah Dia,” jawab Yesus (Markus 14:61-62). Kayafas kemudian menyerahkan Yesus kepada Pilatus untuk diinterogasi lebih lanjut.
Setelah Yesus disalibkan, Kayafas melanjutkan pengejarannya terhadap gereja mula-mula. Ia menghadapkan para Rasul di depan Mahkamah Agama dan berkata, “Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.” Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya, “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia” (Kisah Para Rasul 5:28-29).
Kuburan keluarga Kayafas ditemukan secara tak sengaja oleh pekerja konstruksi yang akan membangun jalan di sebelah kota tua Yerusalem. Para arkeolog segera dipanggil ke situs tersebut. Mereka menemukan 12 peti yang berisi tulang yang berisikan 63 orang. Salah satu peti dihias dengan indah dan bernamakan "Yusuf bin (anak dari) Kayafas. Nama itu merupakan Imam Besar yang menahan Tuhan Yesus, sebagaimana juga didokumentasikan oleh Josephus dalam bukunya Antiquites 18:2,2;4,3. Juga ditemukan tulang dari seorang pria tua berusia 60 tahun, yang hampir dapat dipastikan adalah Kayafas yang disebut dalam Perjanjian Baru. Hal ini merupakan penemuan besar karena untuk pertama kalinya, ditemukan jasad yang merupakan bukti fisik dari orang-orang yang disebutkan dalam Alkitab.

Kaisar Agustus
Merupakan seorang politikus dan administrator yang terkenal, Agustus memerintah Roma dari tahun 27 Sebelum Masehi—14 Sesudah Masehi. Agustuslah yang mengeluarkan perintah sensus untuk seluruh Romawi, hal inilah yang membawa Yusuf dan Maria ke Betlehem, dimana Yesus dilahirkan (Lukas 2:1-7). Agustus mendirikan bagi dirinya sendiri satu kuburan megah, di sebelah timur sungai Tiber, 1.25 mil dari barat daya Roma. Masih terdapat sampai sekarang di tengah-tenga Piazza Augusto Imperatore.
Kuburan tersebut berdiameter 285 kaki dan tingginya 143 kaki di atasnya terletak patung sang kaisar. Abunya diletakkan dalam guci dan diletakkan di tengah ruangan, sedang abu para anggota keluarga diletakkan di sekitarnya sepanjang koridor ruangan tersebut. Sekalipun gucinya ditemukan namun abunya sudah lama hilang.

Kuburan Para Bapa Bangsa
Alkitab mengatakan bahwa Sarah, Abraham, Ishak, Ribka, Lea dan Yakub dikuburkan di Hebron, di gua yang disebut Gua Makhpela, yang dibeli oleh Abraham (Kejadian 23).
Secara tradisional kuburan ini berlokasi di bawah Haram el-Khalil (dalam terjemahan bebas; tempat suci bagi sahabat Tuhan) di Hebron, sekarang menjadi Mesjid. Satu-satunya catatan yang diperoleh adalah pada masa kejayaan Yunani (2 abad sebelum Yesus Kristus), yang menyatakan bahwa telah ditemukan lokasi asli dari kuburan para bapa bangsa ini. Gua ini kemudian dieksplorasi oleh Augustine Cannons pada tahun 1119, dimana pada saat itu mereka mengklaim telah menemukan tulang belulang dari para Bapa bangsa ini.

Kuburan Daud dan Solomo
Selama masa pemerintahan raja-raja, jenazah raja Yehuda dimakamkan di kota Daud. Kota Daud terletak di sebelah selatan Yerusalem sekarang, ada dua monumen kuburan yang dipercaya para ahli bahwa itu merupakan kuburan dari Daud dan Solomo. Sayangnya kuburan itu telah rusak sehingga tak dapat diidentifikasi lagi. Pada area yang sama banyak ditemukan kuburan jaman besi, yang diperkirakan merupakan kuburan para raja Yehuda.
Satu perkecualian secara adat bagi Raja Uzia. Karena ia terkena lepra, ia tak dikuburkan bersama raja lainnya, “dan ia dikuburkan di samping nenek moyangnya di lading dekat pekuburan raja-raja, karena ia berpenyakit kusta kata orang-orang” (II Tawarikh 26:23).
Namun ditemukan suatu prasasti menarik yang tertanggal tahun 1 Sesudah Masehi pada tahun 1931 di Bukit Zaitun yang menyebutkan, “Di sini tersimpan tulang belulang Uzia, Raja Yehuda- jangan dibuka.” Hal ini diperkirakan karena sakit lepranya tulang belulang Raja Uzia dipindahkan dari kuburan raja, ke lokasi lain.

Sirus Agung (Koresh)
Sirus memerintah kerajaan Persia pada tahun 559-530 Sebelum Masehi, ia terkenal karena menaklukkan Babilonia pada tahun 539 Sebelum Masehi. Pada abad 8 Sebelum Masehi Nabi Yesaya telah menubuatkan kekalahannya (Yesaya 45:13) dan dikatakan bahwa Sirus akan berkata “dan yang akan melepaskan orang-orangku dalam pembuangan” (Yesaya 45:13). Catatan mengenai Sirus melepaskan orang Yahudi tak hanya dicatat dalam Alkitab (II Tawarikh 36 22-23, Ezra 1:2-4), tapi juga ditemukan dalam Tabung Sirus. Tabung Sirus merupakan catatan kuno dari Kerajaan Persia, catatan tersebut berbunyi, “Saya (Sirus) yang mengumpulkan mereka orang asing dari tempat asalnya, dan mengembalikan mereka ke tempat asalnya.”
Sirus dikuburkan di kuburan batu sederhana di luar ibukotanya, sekarang menjadi kota Pasargadae di Iran modern. Menurut ahli sejarah Strabo, prasasti yang ditemukan di kuburan tersebut berbunyi," Saya Sirus, anak Kambises, yang mendirikan Kerajaan Persia dan menjadi raja Asia…… (Geography xv.37)

Darius I
Darius I adalah raja kerajaan Persia pada tahun 522-486 Sebelum Masehi. Ia memberikan ijin untuk membangun kembali Bait Allah (Ezra 6:1-12), yang sempat tertunda selama 10 tahun.
Kuburannya ditemukan dalam bentuk tiga monumen kuburan dekat dengan ibukota Persia, Persepolis,Iran. Prasasti yang ditemukan pada kuburannya berbunyi,
Raja Darius menyatakan: Raja, atau siapapun yang berjaya setelah saya, lindungi dirimu dari dusta. Janga pernah ,mempercayai orang yang berdusta. …Percayalah pada apa yang saya lakukan dan katakan kebenaran pada rakyat. Janganlah menyimpang darinya. Jika engkau tak menyimpang dari hal ini dan melakukan kebenaran terhadap rakyat, maka Ahura Mayda (Dewa Kebaikan agama Zoroaster, agama populer yang berlaku di kerajaan Persia) melindungi engkau…
Selain kuburannya juga ditemukan kuburan raja Persia lainnya yaitu Xerxes (Ahasyweros) (485-486 SM), Artaxerxes I (465-424 SM) dan Darius II (423-405 SM). Tak ditemukan prasasti dalam kuburan mereka untuk lebih memastikan identifikasi lebih lanjut. Xerxes adalah Ahasyweros dalam kitab Ester, raja yang menikahi Ester. Ezra menyebutnya dalam Ezra 7:1) dan Nehemia adalah juru minuman (Nehemia 2:1) raja Artaxerxes I. Raja ini mengizinkan Ezra dan Nehemia untuk kembali ke Yerusalem, Ezra bertugas untuk melakukan tugas keagamaan dan peradilan (Ezra 7:12-26) dan Nehemia untuk kembali membangun tembok kota (Nehemia 2:1-9). Darius II mungkin disebutkan dalam Nehemia 12:22 tapi hal ini belum dipastikan.

Diterjemahkan oleh: Robert Tanoni
Pengarang: Rick Lanser of Associates for Biblical Research

Selengkapnya...(Read More)

Thursday, June 24, 2010

BERSATU DENGAN KRISTUS (ROMA 6:11)

QUIS: berapa banyak dorongan untuk melakukan sesuatu dalam pasal 1-5?
• tdk ada dorongan yg diberikan Paulus mulai dari Roma 1 sampai Roma 6: 10
Roma 6:11 adalah dorongan pertama yang diberikan Paulus. Apa dorongannya? “
“Hendaknya kamu memandangnya bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus
Yesus” Ini adalah titik balik yg terdapat dalam surat Roma. Sebelumnya: “doktrin-doktrin. Sekarang : dimulai dengan
dorongan-dorongan (11-13). Apa artinya:” hendaknya kamu memandangnya? (Count, reckon :memperhitungkan,



(logizomai). Logizomai: melakukan sesuatu dgn realita. Sebuah pengakuan atau tindakan thd sesuatu yang benar
dan telah terjadi. Misalnya: jika saya memperhitungkan bahwa di rekening saya ada uang 1juta, maka saya harus
benar-benar punya uang 1 juta. Jika tidak ada uang 1 juta, kemudian saya buka cek 1 juta, maka saya menipu
orang lain dan juga menipu diri saya sendiri. Jadi ada sebuah realita yang benar terlebih dahulu, kemudian saya
bertindak berdasarkan realita itu. Jadi bukan sugesti. Tdk seperti saya mensugesti diri saya bahwa saya memiliki
uang 1juta, kemudian uangnya muncul 1 juta. Tetapi, saya sudah punya satu juta, kemudian, saya bertindak
sesuai dengan realita itu, yakni saya memakai uang itu untuk melakukan sesuatu/membayar sesuatu
Dalam hidup kristen kita ada 2 fakta yang benar dan sudah terjadi
Fakta pertama, kita telah mati bagi dosa,. Kita sudah melihat apa artinya mati bagi dosa. Ini bukan berarti kita kebal
terhadap dosa, atau terhadap pencobaan. Ini juga bukan berarti bahwa kita tidak akan lagi berbuat dosa. Ini
ARTINYA: kita telah mati terhadap manusia lama kita dan tdk dapat kembali lagi kpd kehidupan lama kita. Inilah
realita yang Paulus ungkapkan dalam permulaan Roma 6. Kita telah mati bagi dosa (2 ). Kita telah dibaptis dalam
kematian Kristus (3). Kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian (4). Kita telah
menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematianNya (5). Manusia lama kita telah turut disalibkan (6). Semua
itu menggambarkan sesuatu yang telah terjadi dalam hidup kita. INI ADALAH FAKTA, BUKAN SUGESTI. Dengan
dasar kebenaran itu, sekarang Paulus memberitahukan kita agar “memandangnya” bhw diri kita telah mati thd dosa
didlm kristus. Martin Llyod Jones : Perhatikan dan pegang yang erat kebenaran ini, karena kebenaran ini ttg diri
sdr. Dengan kata lain, belajarlah berpikir ttg diri sdr, sbg seseorang yg telah dilepaskan dari dosa.. Kita harus
selalu ingat bahwa kita ini sudah dilepaskan dari dosa” Ini selalu mengingatkan kita akan sebuah fakta bahwa kita
sudah dilepaskan dari dosa. INI BUKAN MENSUGESTI DIRI. Lloyd Jones:”ini bukan berarti bahwa tugasku sebagai
org Kristen adalah mati terhadap dosa”. Jadi bukan berarti saya harus mengingatkan diri saya untuk mati bagi dosa.
Saya hanya meengingatkan diri saya akan sebuah fakta bahwa saya sudah mati terhadap dosa
Fakta kedua: Kita hidup bagi Allah. Realita kedua, yang perlu kita pandang, atau ingat adalah “kita hidup bagi Allah
di dalam Kristus” Apa artinya kita hidup bagi Allah? pertama, kita telah memiliki sebuah hubungan yang baru
dengan Allah. Kalau dahulu, kita berada di bawah murka Allah, sekarang kita telah mendapatkan belas kasihan dari
Allah. Kalau dahulu, kita adalah musuh Allah, maka sekarang kita telah menjadi sahabat Allah. Kedua, kita sekarang
telah menjadi ciptaan yang baru (2 Kor 5:17-18). kita memiliki hidup yang berbeda dengan sebelumnya.
Sebelumnya, Alkitab tidaklah berarti buat kita, tetapi sekarang, Alkitab menarik dan hidup buat kita. Sebelumnya,
kita tidak tertarik dengan persekutuan Kristen, tetapi sekarang kita menikmati dan seang dengan persekutuan
Kristen. Sebelumnya kita datang ke gereja, adalah sesuatu yang membosankan, tetapi sekarang kita melayani Allah
dan memberikan waktu yang terbaik setiap minggu untuk beribadah. Sebelumnya, melayani dan bersaksi kpd yang
terhilang, tidak ada gunanya, tetapi sekarang, itu menjadi sebuah sukacita
Fakta ketiga: kita sekarang telah dibebaskan dari perbudakan dosa. Kita memang masih berbuat dosa, tetapi tidak
selalu dan tidak harus. Kita telah memiliki kondisi posse non peccare (dpt tdk berdosa).
Fakta keempat, Kita sekarang telah memiliki tujuan hidup yang baru (Fil 3:12-14). Tujuanku sekarang adalah
sebuah persekutuan yang kekal dengan kristus
Fakta Kelima, kita tidak lagi dapat dipuaskan oleh dunia ini. Kita hidup untuk Kristus, bukan lagi untuk dunia ini dan
untuk kesenangan-kesenangannya yang sementara. Kita telah dipindahkan dari keadaan kita yang semula kepada
sebuah keadaan yang baru.. Tugas kita adalah: memandangnya, mengingat akan FAKTA ini


Copy Rigth@Dikembangkan oleh Preacher Helper Ministry dari buku James Montgomery Boice, Romans, volume 2,
The Reign of Grace, Romans 5-8,(Grand Rapids: Baker Book House1992), 673-680
Selengkapnya...(Read More)

ALLAH TURUT BEKERJA DALAM SEGALA HAL

Pdt. Dr. Stephen Tong


Renungan ini ditranskrip dan disusun kembali dari seri khotbah Pdt. Dr. Stephen Tong di
Mimbar Gereja Reformed Injili Indonesia di Jakarta


Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan
bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah, (Roma 8:28). Ayat ini tidak pernah kau temukan di dalam buku-buku klasik dari Gerika kuno. Juga penginterpretasian yang begitu tepat dan akurat, begitu baik dan total seperti ayat ini tidak akan dapat kau temukan dalam buku-buku Aristotle, Plato, Socrates, Heraclitos, Lucresius, Empedocles, Homer.



Kau tidak mungkin dapat menemukan ayat yang seindah ayat ini di dalam filsafat Descrates,
Kiekegaard, ataupun Kant. Satu-satunya sumber bijaksana yang begitu besar di dalam alam semesta,
yaitu Roh Kudus, mewahyukan kebenaran kepada manusia melalui Rasul-Nya, Paulus, sehingga dia
mengatakan kalimat yang mengandung makna yang amat dalam ini. Paulus menemukan kunci untuk
mengerti segala sesuatu berdasarkan wahyu Tuhan kepada manusia. Kita melihat ayat ini menonjol
sendiri di dalam seluruh Alkitab. Ayat ini sangat unik, segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita,
peristiwa yang besar atau yang kecil, yang menyenangkan atau yang menyusahkan, pengalaman yang
pahit atau manis, yang mematikan atau menghidupkan, yang menguntungkan atau merugikan,
mempunyai hubungan satu dengan yang lain, dan Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu, atau Allah
bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan faedah bagi orang yang mengasihi-Nya.
Untuk menterjemahkan ayat ini saja terdapat begitu banyak versi, sebab begitu banyak
kemungkinan menurut bentuk dari bahasa aslinya. Dikatakan di sini kita tahu bahwa Allah turut bekerja
di dalam segala sesuatu; God is working with all things, in everything He works; Allah bekerja di dalam
segala sesuatu atau yang diterjemahkan di sini menjadi 'Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu'.
Terjemahan bahasa Mandarin: di dalam segala sesuatu ada kekuatan yang bekerja bersama untuk
mendatangkan faedah bagi mereka yang mencintai Tuhan. Terjemahan NSV, ayat ini dikaitkan dengan
ayat sebelumnya, bahwa Roh Kuduslah yang turut bekerja di dalam segala sesuatu yang terjadi,
sehingga barangsiapa yang mencintai Tuhan mendapatkan profit dan kebaikan. Terjemahan bahasa
Indonesia cukup indah, tetapi istilah turut bekerja kurang mencerminkan Allah sebagai inisiator. Allah Sebagai
Inisiator
Because all things work together for good to those who love God. And God is working within all
things; Allah ikut bekerja dalam segala sesuatu. Allah bekerja untuk mengatur segala sesuatu. Dia bukan
hanya ikut-ikutan bekerja sebagai oknum yang pasif. Dia adalah inisiator yang mengontrol, memonitor
dan menguasai sejarah. Allah kita adalah Allah yang memimpin sejarah, Tuhan dari sejarah. Allah kita
tidak mungkin membiarkan segala sesuatu terjadi tanpa campur tangan atau izin-Nya. Yang
direncanakan berada dalam kehendak-Nya, yang diizinkan berada dalam kehendak-Nya, yang dibiarkan
sekalipun tetap berada dalam kehendak-Nya. Allah memberikan kemungkinan dengan segala kebebasan
yang liar, berbuat apapun, tapi akhirnya tetap dikuasai oleh-Nya. Jangan mengira kalau kita mau berbuat
apa-apa, maka Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa. Allah membiarkan kita berdosa, membiarkan kita
memakai kebebasan kita yang liar, tapi akhirnya kebebasan seperti itupun tidak bisa terlepas dari
penghakiman-Nya. Dengan demikian orang Kristen mengetahui bahwa kedaulatan Tuhan berada dan
melanda di dalam segala bidang, segala katagori, segala peristiwa dan segala sesuatu. Pemahaman ini
akan membuat iman kita menjadi kuat.


Segala Sesuatu Bekerja Sama
Ayat ini merupakan salah satu ayat yang paling dalam untuk mengerti segala sesuatu yang terjadi di
dalam kosmos mempunyai makna dan telos (Yun: tujuan terakhir, Red) yang sesungguhnya. Allah
memberikan segala sesuatu kepada manusia, Dia mengizinkan segala sesuatu terjadi, dan Dia juga ikut
memonitor segala sesuatu di dalam sejarah. Tetapi apakah maksud segala sesuatu? Apakah sebagai
peristiwa yang berkeping-keping ataukah sebagai totalitas? Jawabannya, bukan berkeping-keping dan
terpecah belah, tetapi merupakan ketotalan. Ada kaitan antar satu peristiwa dan peristiwa lain, sehingga
orang Kristen mempunyai pandangan total tentang hidup. Kita menangkap dan mengerti segala sesuatu
bukan sebagai peristiwa yang terpisah-pisah oleh waktu, oleh periode sejarah, oleh peristiwa-peristiwa
yang bersifat fragmental, melainkan sebagai peristiwa yang total.
Seorang ayah memberikan mainan puzzle yang terdiri dari ribuan keping kepada anaknya. Anak itu
bertanya, "Kalau saya sudah menyusunnya, akan menjadi gambar apa?" "Kau akan mendapatkan
gambar peta dunia," jawab ayahnya. Si anak mulai menyusun, tetapi alangkah sulitnya menggabungkan
potongan-potongan kecil dari peta dunia, karena setiap potongan itu hampir sama: garis, warna sungai,
kota, tempat, hanya itu saja. Anak itu menggabungkan potongan-potongan itu dengan susah payah.
Akhirnya sang ayah berkata, "Kalau kaubalikkan semua potongan-potongan kecil itu, kau akan dapat
mengerjakannya dengan mudah." Maka si anakpun berusaha membalikkan semua potongan kecil.
Akhirnya dia mulai menemukan bahwa apa yang dikerjakan memang gampang. Karena di balik
potongan itu terdapat warna yang gampang untuk dicocokkan. Setelah dia menggabungkan semuanya
itu, dia menemukan bahwa gambaran yang jadi adalah Yesus kristus. Lalu diberikan lem dan dibalikkan,
ternyata peta dunia sudah jadi. Mengertikah Anda akan maksud saya?
Orang Kristen berbeda dengan orang yang bukan Kristen. Orang Kristen dididik dan diajar dengan
kalimat yang agung ini, all things work together for good to those who love God. Ini merupakan
pekerjaan Tuhan di belakang layar. Kalau kau memang adalah anak Tuhan yang mengasihi-Nya, tetapi
dalam hidupmu terjadi hal-hal yang berlawanan dengan kesejahteraan, kesehatan, dan keinginanmu,
jangan kecewa, menangis, dan mengeluh dengan tidak henti-hentinya. Karena kalau kau merasa sulit
untuk menyusun semua kepingan-kepingan yang bisa menjadi gambaran total, pasti ada maksud Tuhan yang
baik untukmu, pasti semua itu membawa akibat yang baik buatmu. Sampai kapankah iman kita
baru bisa menyanyi seperti ini, "Biarlah segala sesuatu terjadi pada diriku, karena semua itu menjadi
kebaikan bagiku yang mencintai Tuhan." Sampai kapankah kita bisa mempunyai iman yang teguh,
sehingga kita berteriak seperti ini, "Biarlah semua kepahitan, penganiayaan, kesulitan, dan semua yang
tidak aku inginkan menimpa diriku, aku tetap memuji Tuhan. Karena di belakang segala kepahitan,
penderitaan, kesengsaraan, kerugian ada topangan dari tangan Tuhan, untuk memberikan faedah bagi
diriku." Bila kerohanian seseorang sudah mencapai tahap ini, dia akan menjadi stabil luar biasa: biar
diancam, diiri, dihantam, difitnah, diumpat, dia tetap tenang dan tersenyum.
Segala sesuatu bekerja bersama? Memang. Allah tidak mencetak peta dunia yang kelebihan satu
atau kekurangan satu, sehingga akhirnya menjadi ompong-ompong. Tidak! Karena jikalau kau mengenal
kehendak Kristus dan rencana Tuhan yang kekal secara total, maka hidup yang berada di dalam
hidupmu dan pengalaman yang terjadi dalam hidupmu tidak ada satupun yang bisa dihapus.
Banyak orang Kristen tidak mau digarap oleh Tuhan. Hanya mau sebagian, tidak mau all things.
Hanya mau something, not all things. Only something and make you nothing. All things will make you
something. Kalau kau tidak rela diatur oleh Tuhan dalam semuanya, kau always become nothing. Tapi
bila kau menerima segala sesuatu dengan pengertian, ketaatan yang penuh, dan bijaksana yang dari
Tuhan, kau akan dibentuk oleh Tuhan menjadi sesuatu.
Dua ribu dua ratus lima puluh tahun yang lalu Mensius berkata, tian jiang da ren yu shi ren ye, pi
xian lao qi jing gu, jo qi fu; jikalau langit memberikan tugas yang berat kepada orang yang tertentu,
maka orang itu pasti diberikan kesengsaraan besar, dilatih sampai semua ototnya lelah, dan hatinya
penuh kepedihan, barulah dia akan menunaikan tugasnya. Sekali lagi saya menegaskan, tanpa salib tidak
ada kebangkitan; tanpa kematian, tidak ada mahkota; tanpa Getsemani, tidak ada kemuliaan. Inilah cara
Tuhan. Pada waktu kita berada di dalam kesulitan, kita berusaha melarikan diri, tetapi Allah
menghendaki kita mengalami segala sesuatu yang diizinkan datang melanda kita sebagai kesempatan
untuk mendapatkan kemenangan.



Mendatangkan Faedah
Di sini kita melihat ada campur tangan Tuhan Allah di dalam segala sesuatu, dan semua campur
tangan Allah mempunyai makna yang khusus: mendatangkan faedah, dan faedah ini khusus diberikan
kepada mereka yang mencintai Dia. Mengapa Tuhan memperbolehkan kesengsaraan berada di dalam
dunia? Mengapa Tuhan memperbolehkan kegagalan-kegagalan pribadi terjadi? Mengapa Tuhan tidak
menolong pada saat kita sedang dicobai setan, bahkan kadang-kadang memperbolehkan kita berada di
dalam cengkeramannya? Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang sulit ini sudah diberikan oleh
orang-orang di dunia, baik para filsuf, moralis atau agamawan. Tetapi kecuali kita kembali kepada Kitab
Suci, kita tidak mungkin mendapatkan jawaban yang paling tepat untuk hal ini. Mengapa Tuhan
memperbolehkan sengsara itu ada? Mengapa Tuhan memperbolehkan kegagalan itu berada? Jika saya
adalah seorang yang mengajar anak saya menyetir mobil, lalu pada waktu kesulitan tiba -- kalau
memang dalam jangkauan saya--, saya akan berusaha mengerem, sehingga tidak akan terjadi tabrakan.
Mengapa Tuhan tidak mengerem? Mengapa Dia tidak memberikan interverensi darurat pada waktu
kesulitan-kesulitan terjadi? Mengapa Tuhan memperbolehkan segala marabahaya terjadi? Mengapa, mengapa,
mengapa? Kita bertanya dan bertanya terus. Sepanjang hidup, manusia adalah satu-satunya
makhluk yang tidak habis-habisnya bertanya tentang peristiwa-peristiwa seperti ini.
Mengapa Allah memungkinkan dan membiarkan segala sesuatu terjadi? Martin Luther berkata,
"There are no why in the heart of the true believer" ; tidak ada kata "mengapa" di dalam hati orang-orang
yang sungguh beriman kepada Tuhan. Karena iman yang sejati sudah mencakup penerimaan dan
pengertian bahwa Allah tidak mungkin berbuat salah. Kalau Allah tidak mungkin berbuat salah, maka
segala sesuatu yang Ia izinkan terjadi pada diri kita adalah hal yang mempunyai faedah yang luar biasa
meskipun di luar kesanggupan kita untuk mengerti.
Pada waktu kepicikan, menderita penyakit, mengalami kesulitan atau disalahmengerti, diserang
oleh orang lain; pada waktu kau harus mengalami segala kesusahan yang jauh lebih berat dari
kemungkinan yang dapat kau tanggung, jawablah because Thy will is like this, I except all of them,
karena kehendak-Mu memang begitu indah. Kehendak Tuhan bukan saja indah di hari di mana kau
mengalami kesuksesan, diberi berkat dan hadiah, kehendak Tuhan yang indah termasuk saat-saat kau
diizinkan untuk menerima penderitaan dan kesulitan yang besar. Saya bukan pendeta yang berkata
kepadamu, "Percaya kepada Tuhan, beri pesembahan sebanyak mungkin, supaya kau mendapatkan
curahan berkat dari surga, sehingga menjadi kaya raya." Saya berkata kepadamu, di antaramu ada yang
akan diberi kelancaran, kesehatan dan kekayaan, tapi sebagian mungkin akan diberi kecacatan,
kesulitan, dan segala penderitaan. Saya tidak tahu siapa. Tapi iman bukan hanya menyanyi di siang hari,
iman juga bisa menyanyi pada waktu malam yang gelap. Iman bukan hanya memuji pada waktu lancar,
iman selalu bersyukur di dalam penderitaan.
Mereka yang lancar, yang sukses, yang kaya, stop membanggakan diri, merebut kemuliaan Tuhan
Allah dan menghina orang lain. Sedangkan mereka yang menangis, yang menderita dan yang berada di
dalam kesengsaraan, yang sedang memikul salib berat, stop hujat Tuhan, stop mencela nama-Nya dan
berhenti berbuat dosa dalam usaha untuk menyelesaikan kesulitan itu. Segala sesuatu yang diizinkan
Tuhan terjadi di dalam hidup kita ada maksud tertentu yang sekarang terselubung dengan fenomena-fenomena
kesulitan, tetapi ada suatu pencerahan, pada waktu kau masuk ke dalam dirimu yang terdalam
untuk menemukan jawaban dari Tuhan.
Pada waktu gereja berada di dalam kesulitan, pada waktu orang Kristen mencucurkan air mata,
pada waktu kita mengalami segala kepicikan, jangan lupa bahwa Tuhan sedang menyatakan
kemungkinan yang lain di luar dalil dan rumus-rumus umum darimu. Mari kita semua melepaskan diri
dari segala kemungkinan yang mengakibatkan kita tercerai berai dari rumus dan pimpinan Tuhan yang
dinamis dan begitu indah. Biarlah kita tetap peka dan betul-betul rendah hati dan taat kepada Tuhan
setiap saat. Katakanlah, "Tuhan, segala sesuatu yang terjadi telah membawa aku lebih dekat kepada-Mu.
Untuk yang baik, saya bersyukur kepada-Mu, bukan karena jasaku yang tidak baik, yang tidak
menguntungkan, juga bukan satu hal yang khusus Tuhan pakai untuk menghantam saya, melainkan
Tuhan memakainya untuk melatih diriku menjadi lebih baik."
Calvin dan komentator lain seperti F.F. Bruce melihat bahwa segala sesuatu yang terjadi hanya
sebagai latihan buat orang Kristen saja. Namun saya melihat hal lebih luas dari itu, melampaui sekadar
pengalaman pahit bagi orang Kristen saja. Mengapa Tuhan mengizinkan segala sesuatu yang tidak kita
inginkan terjadi? Mengapa Tuhan mengizinkan segala sesuatu yang seharusnya tidak terjadi? Saya tidak
tahu. Tapi saya tahu satu hal, untuk menyempurnakan yang di dalam, perlu memotong bagian bagian
yang di luar; untuk menyempurnakan yang lebih kekal, perlu ajaran yang diberikan pada bagian luar.
Kadang-kadang Tuhan harus memotong sesuatu, harus memukul sesuatu, sehingga kerugian yang
sementara mengakibatkan kesempurnaan yang kekal. Penderitaan kedagingan mengakibatkan suatu
kenikmatan rohani, sehingga kerusakan dan kekurangan secara fenomena dan hal yang terjadi di dunia
mengakibatkan kita memikirkan hal yang kekal. Sebuah buku apologetika komunisme untuk melawan
kekristenan yang saya baca mengatakan,
"Jika orang Kristen mengatakan bahwa orang komunis bersalah banyak membunuh rakyatnya, kita akan
membantah dengan berkata, 'Allahmu bersalah membunuh manusia lebih banyak daripada orang-orang
komunis.' Satu kali bencana alam, seperti gunung meletus atau badai laut besar, ratusan ribu orang yang
tidak bersalah harus dibunuh." Di dalam Kitab Suci kita melihat hal yang paling tidak masuk akal, atau
yang paling tidak bisa kita mengerti adalah peristiwa yang terjadi dalam hidup Ayub. Kesepuluh
anaknya mati dalam satu hari, harta benda dirampas dan semua yang dia miliki lenyap dari tangannya.
Bukan saja demikian, istrinyapun mulai meninggalkan dia. Hampir tidak ada contoh yang lebih
mengerikan, tidak ada malapetaka yang lebih besar, yang bisa kita bayangkan daripada peristiwa yang
terjadi pada diri Ayub. Hal tersebut perlu dicatat di dalam Alkitab, sehingga dari zaman ke zaman,
waktu manusia bertanya, 'mengapa?' (sebenarnya kita tidak berhak bertanya) dia boleh mencatat
peristiwa Ayub. Alkitab mencatat akhirnya Tuhan mengembalikan semua milik Ayub yang hilang dua
kali lipat dari sebelumnya.
Mengapa Tuhan mengizinkan semua ini terjadi? Di dalam iman, kita tidak perlu bertanya,
"mengapa?" Jawabannya bukan dari spekulasi kepintaran kita, melainkan dari Kitab Suci: Allah belum
pernah berbuat salah. Dan di dalam segala penderitaan, kesulitan dan bahkan kematian yang terjadi pada
diri orang-orang yang mencintai Dia, ada rencana dan pemeliharaan yang kekal, yang jauh lebih tinggi
daripada fasih lidah kita untuk berdebat, daripada pikiran kita berlogika, dan spekulasi kita dengan
jawaban yang tidak sempurna.
Puji Tuhan! Jikalau hidupmu penuh dengan gelombang, pengoyakan, penyaringan, penggeseran,
ujian, cobaan, namun akhirnya kau menang. Waktu kau bersaksi, kau tenang. Kalau orang lain sedang
mengalami sesuatu, langsung kau bisa mengucapkan kata-kata yang indah yang bisa menenangkan dia.
Bila orang lain menceritakan kesulitannya, kau langsung mengeluarkan kata-kata mutiara untuk
menghibur dia. Bila ada yang tawar hati, kau langsung mengucapkan kata-kata perjuangan untuk
mendorong dia.



Karena Kita Tahu
Jika pada ayat-ayat sebelumnya kita mendapati bahwa kita sebagai buah-buah sulung Roh
Kuduspun turut mengeluh, kita berada di dalam keadaan sengsara, penderitaan dan kesulitan yang tidak
berbeda dengan mereka yang belum diselamatkan, yang bukan anak Tuhan. Kita adalah orang-orang
yang sama-sama berada di dalam penderitaan tetapi status kita berbeda, karena kita adalah anak-anak
Allah. Jika perbedaan status tidak membawa perbedaan kenikmatan, apa pula artinya? Memang hampir
tidak ada perbedaan antara orang Kristen dan orang yang bukan Kristen dalam menghadapi kenikmatan
dan kesengsaraan di dalam dunia. Tetapi ada kenikmatan tertentu di dalam pengertian rohani orang
percaya yang memberikan kesadaran dan kekuatan untuk melampaui segala sengsara sebagai fenomena
yang sementara ini. Pada saat Paulus mengatakan kita tahu, dia sedang mengadakan perbedaan antara
orang Kristen dan orang bukan Kristen, yaitu kita orang Kristen --mengetahui bahwa kita mempunyai
pengertian yang berbeda dengan orang lain. Meskipun sama-sama berada dalam penderitaan, dalam
kesulitan-kesulitan duniawi ini, orang Kristen mempunyai semacam kesadaran dan pengetahuan yang
tidak mungkin dimiliki oleh mereka yang belum mengerti akan wahyu dari Tuhan Allah. Orang Kristen yang
beriman, yang bervisi dan mempunyai pengertian melalui iman yang
mendatangkan visi yang benar itu berani berkata seperti ini, "Karena kita tahu; because we know."
Sejarah mencatat bagaimana orang Kristen di abad pertama mengalami pencemoohan, penganiayaan,
penderitaan dan perlakuan yang tidak adil dari pemerintah dunia yang melawan Yesus Kristus, seperti
Herodes dan para kaisar Romawi. Mereka memperlakukan orang Kristen bagaikan sampah dunia, tetapi
mereka merasa heran sekali, karena orang-orang Kristen yang mengalami penganiayaan dan penderitaan
dapat berdiri dengan tegak, tegar, dan menyanyi di dalam penderitaan.
Seorang sejarahwan Yahudi yang bernama Josephus berkata, "Saya tidak bisa mengerti, pada
waktu singa menerkam mereka, orang Kristen tetap mempunyai wajah yang tenang, hati yang begitu
stabil dan mereka memuji Yesus Kristus. Sebelum mati, suara pujian tidak henti-hentinya keluar dari
mulut para martir-martir itu." Jawabannya terdapat di sini: sebab kita tahu; because we know. Iman yang
sesungguhnya bukan iman yang tahayul, yang membius otak, yang menginjak-injak logika, melainkan
iman yang menggugah pengertian yang sesungguhnya, yang sesuai dengan kebenaran Tuhan. Allah
yang mewahyukan kebenaran, adalah juga Dia yang menciptakan otak manusia. Ketika kita
menggabungkan kedua hal ini, kita tahu bahwa keduanya hanya mempunyai satu tujuan, yakni supaya
kebenaran yang Tuhan wahyukan boleh memimpin pikiran yang dicipta oleh Tuhan yang sama. Begitu
banyak kaum cendikiawan, kaum intelektual ketika mengembangkan intelek mereka, mereka tidak
memiliki penguasa intelek. Sebab itu, mereka bersandar pada pikiran, otak dan logika mereka sendiri.
Maka semakin seseorang memiliki kepintaran, semakin mungkin dia berada di dalam hati yang gelap.
Semakin mereka bertumbuh secara pengetahuan, mereka semakin jauh dari kerelaan untuk mematahui
kebenaran Tuhan Allah. Sebab itu, iman kepercayaan bukan membunuh logika atau otak melainkan
memimpin otak yang Tuhan ciptakan itu untuk kembali kepada firman yang Dia wahyukan. Inilah yang
membuat Paulus mencetuskan because we know.
Apakah bedanya penderitaan bagi orang yang beriman dan bagi orang yang tidak beriman? Bagi
orang yang beriman, penderitaan akan membuat imannya menghasilkan pengharapan. Namun bagi
mereka yang tidak beriman, penderitaan justru membunuh pengharapan mereka. Inilah perbedaan antara
orang yang memiliki dinamika iman dan mereka yang tidak memilikinya. Saya mengambil contoh dari
dua orang terpidana mati. Mereka menerima vonis yang sama, tinggal di dalam kamar yang sama
kondisinya, dan di dalam penjara yang sama. Namun akhirnya salah seorang di antara mereka
mendapatkan pengampunan, dan yang seorang lagi tetap dipidana mati. Penjaga penjara datang
memberitahukan kepada A, "Sepuluh hari lagi kau akan dibebaskan." Lalu kepada si B ia mengatakan,
"Sepuluh hari lagi kepalamu akan dipenggal." Permisi tanya, apakah bedanya sepuluh hari itu untuk
mereka berdua? Mereka tetap berada di dalam keadaan yang sama, hidup di bawah atap yang sama,
penjara yang sama, dalam penderitaan yang sama tetapi yang seorang berpikir, "Sepuluh hari lagi aku
akan pulang, bertemu dengan istri dan anak yang merindukanku." Sedangkan yang satu lagi berpikir,
"Sepuluh hari lagi saya akan mati, kepala saya akan dipenggal dan dikuburkan." Sepuluh hari lagi
memang sama jumlahnya bagi si A dan bagi si B, namun perasaan mereka berbeda. Karena yang
seorang sudah memperoleh keyakinan, jaminan, dan pengharapan untuk bebas. Sementara yang lain
menantikan eksekusi vonisnya, kepalanya akan dipenggal dan dia akan menuju kepada kematian yang
belum dia ketahui. Maka ketika si A menghitung hari-harinya, "Sisa 9 hari, 8 hari, 7 hari, 6 hari, 3 hari,
2 hari dan besok, saya akan keluar dari sini. Istri saya sedang menunggu," pengharapan itu memberikan
gairah dan kekuatan yang luar biasa bagi jiwanya. Tetapi bagi yang seorang lagi, setiap matahari terbit
merupakan kutukan baginya, dan ketika matahari terbenam merupakan ancaman baginya. "9 hari, 8 hari,
7 hari, 3 hari, 2 hari lagi saya harus mati." Ini melukiskan perbedaan antara orang Kristen dan mereka
yang tidak beriman kepada Tuhan.
Because we know, karena kita tahu. Kalimat ini merupakan proklamasi bagi orang yang beriman
kepada Tuhan. Kalimat ini juga diucapkan oleh seorang yang hidup sebelum Musa lahir, yaitu Ayub.
Ayub 19:25 menyatakan, "Because I know my redeemer lives; karena aku tahu Penebusku hidup dan satu hari
nanti Dia akan berdiri di atas bumi ini untuk menghakimi segala sesuatu, dan di dalam tubuhku
aku akan berjumpa dengan-Nya." Pengetahuan yang diutarakan oleh Ayub ini melukiskan pengharapan
yang mempersatukan kekekalan dengan kesementaraan. "Aku mengetahui Tuhanku, Penebusku hidup."
Inilah kalimat pertama dalam Alkitab yang mencetuskan iman kepercayaan orang Kristen yang
melampaui semua agama. "Karena Penebusku adalah Penebus yang mengalahkan kematian dan bangkit,
sehingga Dia hidup. Aku tahu bahwa Penebusku hidup dan pada hari terakhir, ketika dunia kiamat, Dia
akan berdiri di atas bumi ini. Dia akan datang kembali." Pada waktu Ayub menulis ayat yang begitu
penting, Kristus belum inkarnasi, belum datang ke dalam dunia, belum mengalahkan pencobaan, belum
dipakukan di atas kayu salib, belum dikuburkan, belum dibangkitkan pula dari antara orang mati. Tetapi
Ayub melihat dengan iman akan wahyu yang Tuhan berikan dalam hatinya. Dia mengetahui sedalam-dalamnya
bahwa Penebusnya hidup, dan pada hari kiamat nanti Dia akan berdiri di dunia ini untuk
mengatasi dan menghakimi seluruh umat manusia.
All things work together, begitu banyak hal yang Tuhan perbolehkan terjadi, pada waktu kita tidak
mengerti, jangan kita bersungut-sungut, atau melawan Dia, atau marah kepada-Nya, biarlah orang
Kristen belajar bersabar untuk menunggu, serta berkata di dalam hati, Tuhan, apa yang Kau kerjakan
lebih besar daripada kemungkinan aku mengerti, biarlah aku bersabar dan hanya taat kepada-Mu saja.
Sebab itu saya menghimbau orang kaya jangan menghina orang miskin, orang miskin juga jangan iri
terhadap orang kaya, orang pandai jangan membiarkan diri congkak, dan orang yang kurang pandai juga
jangan menghina dirinya sendiri. Karena segala sesuatu yang berada di bawah pengaturan Tuhan akan
menjadi baik dan indah jika motivasi kita adalah cinta kepada-Nya. Allah memperbolehkan penderitaan,
kesengsaraan, kesulitan menimpa seseorang untuk membuktikan bahwa orang yang mencintai-Nya tidak
akan dihancurkan oleh penderitaan. Jika seseorang tetap bersih, tetap setia, tetap mempunyai watak yang
anggun dalam penderitaan dan kesengsaraan, maka Tuhan akan berkata kepada setan, "Coba lihat anak-Ku
yang satu ini, meskipun diberi penderitaan dan kesengsaraan, ia tetap teguh, tetap jujur, tetap berdiri
dengan teguh dan setia kepada-Ku." Penderitaan-penderitaan yang diizinkan oleh Tuhan untuk menimpa
diri orang Kristen adalah alat yang paling baik untuk membuat setan undur. Penderitaan-penderitaan
besar yang Tuhan berikan adalah yang paling baik bagi kita untuk menyumbat mulut Iblis yang selalu
menuduh kita.

Ada 3 pekerjaan setan yang besar, yang dicatat oleh Alkitab:
1. Setan adalah pencoba manusia, yang menggoda manusia berbuat dosa.
2. Setan adalah perintang Allah dalam menghambat terlaksananya rencana-rencana Allah.
3. Setan adalah penuduh orang suci akan dosanya di hadapan Tuhan Allah siang dan malam.
Ketiga hal ini adalah pekerjaan setan yang tidak habis-habisnya. Tuhan memperbolehkan semua ini
terjadi, tapi bagi mereka yang mencintai Tuhan, ada jalan keluarnya. Setan menuduh, mencobai dan
merintangi, karena itulah pekerjaannya. Mengapa Allah membiarkan setan ini berada? Untuk
membuktikan sekalipun setan ada, tetap tidak mungkin menjatuhkan gereja. Sepanjang sejarah, gereja
telah diombang-ambingkan, dikacaukan oleh setan. Banyak pemimpin-pemimpin gereja yang tidak
waspada, malah lebih suka bekerja dengan setan, untuk menjadi alat setan, sehingga tubuh dan gereja
Yesus Kristus kehilangan kemuliaan yang sesungguhnya.
Dalam Mzm 119, Mazmur yang terpanjang, terdapat beberapa kalimat mengenai sengsara. Dan ada
dua ayat yang sangat penting, yaitu ayat 67 dan 71, yang di dalamnya terdapat dua istilah mengenai
penderitaan. Pemazmur berkata, "sebelum menderita, aku pernah jalan sesat." (terj. LAI: 'tertindas',
Red). Kedua, "penderitaan itu berfaedah bagi diriku." Saya minta engkau memikirkan kedua kalimat itu.
Sebelum penderitaan, saya selalu berjalan pada jalan yang sesat, dan di dalam penderitaan, saya
mengalami faedah dari Tuhan Allah. Tidak pernah ada sebuah cincin emas yang tidak melewati api.
Tidak pernah ada sebuah berlian yang tidak mengalami asahan dan dibentuk dengan indah. Tidak ada
pakaian yang indah yang tidak mengalami digunting dan dijahit dengan jarum yang tajam. Jika emas
memerlukan api, sehingga warnanya nyata, berarti pembakaran adalah hal yang sangat diperlukan oleh
setiap orang. Jika berlian perlu diasah sampai bisa berbentuk indah, berarti orang Kristen juga
memerlukan penderitaan. Demikian juga ketika kain yang indah dipotong oleh gunting yang tajam dan
jarum yang menusuk, semua itu membuktikan ketika kita berada di tangan Tuhan, Tuhan
memperbolehkan segala penderitaan menimpa diri kita merupakan rencana yang agung untuk kebaikan
kita. Puji Tuhan! Mengapa Allah membiarkan setan ada? Jawabannya tetap dari kitab Ayub, di mana
Tuhan memegahkan, memuliakan Ayub dan berbantah dengan setan, "Bukankah kau minta kepada-Ku
agar hidup Ayub disiksa olehmu? Agar tubuh Ayub diberi sebanyak mungkin penyakit?" Jangan kita
memutlakkan semua penderitaan dan penyakit berasal dari setan. Itu adalah ajaran yang tidak benar.
Semua penyakit dan semua penderitaan kalau bukan diizinkan oleh Tuhan, setanpun tidak mungkin
memberikannya pada tubuh orang Kristen. Jika Tuhan mengizinkan, meskipun penyakit-penyakit itu
menyerang diri kita, orang yang mencintai Tuhan pada akhirnya akan mengalahkan semua itu.
"Sekarang lihatlah," kata Tuhan, "bahwa imannya terhadap-Ku tetap teguh." Iman kepercayaan
orang Kristen tidak boleh hanya dibangun di atas bahagia dan keuntungan yang Tuhan berikan kepada
kita. Saya percaya hari ini di antara Anda ada yang lancar luar biasa, ada yang sama sekali tidak lancar,
ada yang berdagang mati-matian, kerja dengan sesetia mungkin tapi terus tidak mendapat keuntungan,
ada yang sepertinya tidak usah bekerja apa-apa, hanya dengan mengangkat telpon saja sudah dapat uang
milyaran uang.
Saya tidak mengerti mengapa. Namun saya berkata kepadamu, pada saat ujian, pencobaan,
kesulitan, dan penderitaan menimpa dirimu, janganlah kau cepat-cepat bersungut-sungut kepada Tuhan,
karena itulah waktu setan memakai dirimu untuk mencela Tuhan. Saat itu biarlah kau kembali kepada
Alkitab, "Sebab aku tahu, segala sesuatu bekerja sama untuk mendatangkan faedah bagi mereka yang
cinta Tuhan." Dalam kesulitan yang bagaimanapun, peliharalah hatimu yang cinta kepada-Nya,
peliharalah pikiranmu yang bersih, peliharalah hatimu yang tidak mau ditinggalkan oleh cinta Tuhan.
Peliharalah dirimu di dalam kasih Allah senantiasa. Tegakkan dirimu di atas firman Tuhan yang suci dan
yang benar itu, dan berdoalah di dalam Roh Kudus.
Sekali lagi saya menjelaskan istilah ini, berdoa di dalam Roh Kudus tidak berarti berdoa di dalam
bahasa Roh, sebagaimana berjalan di dalam Roh tidak berarti berjalan dengan bahasa Roh, melainkan
berarti mengikuti pimpinan dan jejak Roh Kudus, sehingga perjalanan hidup sehari-hari kita dipimpin
oleh oknum ketiga dari Allah Tritunggal. Dan berdoa dalam Roh berarti seluruh hidup doa kita adalah
doa yang dipimpin dalam naungan Roh Kudus. Karena Roh dengan keluh kesah yang tidak terkatakan
telah membantu mengoreksi doa kita menjadi doa yang suci dan murni, yang boleh berkenan kepada
Tuhan Allah.
Allah Bapa dengan kasih-Nya melindungi kita, Allah Anak dengan firman-Nya mendidik kita,
Allah Roh Kudus dengan kebijaksanaan yang melampaui manusia memimpin kita, dan dengan keluh
kesah-Nya menolong kita berdoa. Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus tidak akan
meninggalkan kita, dan kitapun jangan meninggalkan Dia. Jangan kita berusaha keluar daripada tangan
Tuhan lalu kita minta dipelihara, itu tidak mungkin. Biarlah kita tetap berada di dalam cinta Tuhan, dan
barangsiapa yang mencintai Tuhan mendapatkan faedah. All things work together for good to those who
love Him. Siapakah di antara kita yang berkata, "Tuhan, di hari -hari aku lancar aku cinta Kau, di hari-hari
aku sehat aku cinta Kau, di hari-hari aku beruntung aku cinta Kau, di hari -hari aku merasa picik dan tidak lancar,
di hari-hari aku mengalami penderitaan, kerugian, Tuhan aku mau tetap cinta Kau." Tuhan
akan menghapus air matamu untuk melihat bahwa hari depanmu tetap ada penyertaan-Nya, Dia tidak
akan meninggalkanmu. Karena segala sesuatu bekerja sama mendatangkan faedah bagi mereka yang
mengasihi Dia.

Sumber: Majalah MOMENTUM No. 26 - April 1995
http://www.geocities.com/reformed_movement/artikel/allahbkr.html

Selengkapnya...(Read More)

Keluarga & Beberapa Nasehat Praktis (Ibrani 13:1-6)

Oleh : Pdt. Stefy Rompas
Saudara-saudara yang saya kasihi dalam Yesus Kristus,
Salah satu fungsi keluarga Kristen di tengah masyarakat adalah sebagai saksi Injil Yesus Kristus. Tetapi kita sering mendengar keluhan dan komentar sinis, bahwa keluarga-keluarga Kristen sekarang sudah meninggalkan fungsi ini, bahwa keluarga-keluarga Kristen sekarang bukan hanya tidak menjadi saksi, tetapi seringkali menjadi batu sandungan yang membuat orang lain tidak tertarik kepada Injil.



Keluarga seperti apakah yang dapat menjalankan fungsi kesaksiannya? Dalam cerita-cerita drama sering digambarkan sebuah keluarga Kristen yang selalu rukun. Keluarga yang seperti itukah yang dapat menjadi saksi Injil? Tentu saja, keluarga Kristen yang selalu rukun dan harmonis, merupakan saksi yang hidup. Sebuah contoh: Seorang gadis bukan Kristen menikah dengan seorang pemuda Kristen. Sebelum menikah, gadis itu secara sadar telah menjadi orang Kristen. Orang tuanya sangat keberatan dan menentang keras pernikahan itu. Akhirnya gadis itu tidak diakui lagi sebagai anak. Tidak ada orang yang bisa melunakkan hati orang tua itu. Tetapi keluarga muda ini dapat membuktikan bahwa mereka hidup sangat bahagia, tidak pernah bertengkar dan selalu harmonis. Dan kehidupan rumah tangga inilah yang mampu mengubah sikap orang tua mereka, hingga pada akhirnya orang tua itu bukan hanya menerima kembali anak dan menantunya, tetapi juga menerima Injil.
Akan tetapi, keluarga yang seindah itu sebenarnya jumlahnya tidak banyak. Pada umunya keluarga-keluarga Kristen, sama seperti keluarga-keluarga lain, mengalami masa penyesuaian yang seringkali penuh dengan pertengkaran, kekecewaan dan air mata. Bahkan keluarga-keluarga yang dari luar tampak sangat harmonis pun belum tentu benar-benar seperti itu. Pernah ada satu keluarga yang dipandang oleh masyarakat sebagai keluarga yang ideal, karena sangat harmonis dan rukun. Tidak pernah sekalipun pertengkaran dalam keluarga itu. Kemana-mana, suami isteri itu selalu bersama. Kalau berjalan, selalu bergandengan tangan. Tetapi pada suatu hari ada kejadian yang sangat mengejutkan dari keluarga itu. Pagi-pagi buta, sang isteri menjerit-jerit histeris. Ternyata sang isteri yang penurut itu sebenarnya telah lama tertekan, karena suaminya selalu mau menang sendiri, dan ia selalu mengalah demi statbilitas keluarga. Jadi keluarga yang kelihatannya serba tenang dan rukun juga belum tentu bisa menjadi saksi Injil, sebab ketenangan dan stabilitas keluarga bisa saja terjadi bukan karena tidak ada persoalan atau penyelewengan, melainkan karena persoalan dibiarkan atau penyelewengan didiamkan.
Saudara-saudara yang saya kasihi dalam Yesus Kristus,
Keluarga yang bisa menjadi saksi bukan hanya keluarga yang serba tenang dan rukun – yang jumlahnya hanya sedikit tadi – tetapi terutama keluarga yang terus berusaha mencari kebenaran, keluarga yang berjuang menjaga kemurnian cita-cita rumah tangga.
Setiap orang percaya pasti bertumbuh di tengah-tengah keluarga, baik itu keluarga sendiri ataupun keluarga dalam arti sebuah persekutuan dimana ia tinggal dan berkembang. Untuk itu, keluarga selalu menjadi fokus pembicaraan dalam mempraktekkan kehidupan yang baik dimana di dalamnya ada kasih persaudaraan.
Ibrani 13, memulai nasehatnya dengan berkata “Peliharalah kasih persaudaraan (Yunani: Phillia). Rupanya penulis Surat Ibrani menyadari dengan betul bahwa Kasih Persaudaraan adalah kasih yang sangat kuat yang bisa mengikat sebuah persekutuan yang di dalamnya ada gereja dan jemaat, sebab kasih jenis ini tidak melihat penampilan fisik belaka, namun kasih yang selalu mengedepankan kepentingan orang lain di antara sesama manusia. Peliharalah kasih persaudaraan merupakan sebuah judul besar dari pasal 13, yang nantinya akan dijelaskan pada ayat-ayat selanjutnya apa yang tercakup di dalamnya.
Penulis Ibrani memulai penjelasannya tentang kasih persaudaraan dengan berkata kepada para pendengar yang ada pada waktu itu, yang sebagian besar adalah para budak, orang buangan, orang hukuman dan orang-orang marginal (Orang-orang terpinggirkan) lainnya, agar tidak lupa untuk memberikan tumpangan kepada orang yang membutuhkan, karena dengan berbuat demikian, maka hal itu berarti jemaat Tuhan akan memberikan contoh kepada orang lain dan tentu saja akan memberikan faedah yang baik bagi orang yang diberikan tumpangan, sebab bisa saja jiwanya akan dimenangkan untuk menjadi orang percaya. Namun di lain pihak ayat ini juga merujuk pada pengalaman dari Abraham yang memberikan makanan dan minuman serta tempat untuk beristirahat bagi tiga orang asing yang ternyata adalah malaikat Tuhan dan pada akhirnya Abraham diberkati dengan berkat yang sangat besar yaitu keturunannya akan menjadi bangsa yang besar. Berkat pun akan datang kepada kita bila kita memilikikasih untuk menjawab kebutuhan orang lain dalam ketulusan hati. Bagian ini juga menambahkan kepada para pembaca surat Ibrani pada waktu itu, untuk juga berefleksi dengan keadaan mereka yang juga pernah dan bahkan sementara mengalami keadaan seperti orang yang terhukum akibat beratnya tekanan dari pemerintahan kekaisaran Romawi yang ada pada waktu itu.
Saudara-saudara yang saya kasihi dalam Yesus Kristus,
Ayat selanjutnya atau ayat 4, masuk lebih jauh lagi dengan kehidupan keluarga yang ada pada waktu itu.
Akibat pengaruh dari Helenisme atau Yunanisasi yang dilakukan oleh penguasa, maka timbul berbagai pemahaman diseputar hubungan kekeluargaan, persaudaraan dan bahkan mungkin terjadi disorientasi seksual dalam keluarga yang ada pada waktu itu. Ada begitu banyak agama lokal yang mengajarkan tentang pelacuran suci di depan patung atau di dalam ibadah kepada dewa dan dewi Romawi dan ada juga yang menyepelekan lembaga perkawinan yang sakral dengan melakukan perzinahan. Kata mencemarkan dalam ayat ini menegaskan kepada kita semua bahwa betapa sebuah perkawinan adalah benar-benar kudus dan sebuah keluarga benar-benar harus dipertahankan karena akan menjadi alat kesaksian bagi kekristenan pada waktu itu dan bisa mendatangkan ketentraman bagi setiap orang percaya.
Bagaimana dengan kehidupan keluarga-keluarga orang percaya di saat ini?

Saudara-saudara yang saya kasihi dalam Yesus Kristus,
Masalah ini menjadi buah bibir dimana-mana, karena begitu banyak keluarga-keluarga Kristen yang gagal oleh karena godaan nafsu seksual yang yang tidak dapat dikekang dan dikendalikan baik oleh para suami ataupun para isteri. Menaruh hormat berarti meletakkan perkawinan sebagai tanggung jawab yang lebih tinggi dari kepentingan perorangan dalam kehidupan keluarga. Menaruh hormat berarti menghargai karya Allah dalam mempertemukan dua orang yang berbeda dalam kehidupan suami-isteri. Menaruh hormat berarti menyayangi kehidupan dari anak-anak kita. Karena bila kita tidak melakukan hal-hal seperti ini, maka kehancuran dari kehidupan anak-anak kita tidak akan dapat dihindari.
Kemudian, masalah uang juga menjadi sumber persoalan dalam kehidupan orang percaya. Uang dan kerja terhubung dengan erat dalam realtas sehari-hari. Orang bekerja untuk memperoleh uang, sehingga secara tidak langsung yang dimaksudkan dengan hamba uang ialah juga hamba kerja. Uang adalah alat pembayaran, bila demikian yang kita mengerti maka titik berangkat kita harus bertumpu pada kata alat, sehingga uang hanya menjadi alat bukan sebaliknya, kita diperalat oleh uang. Uang adalah sumber godaan terbesar dalam kehidupan. Hal ini disebabkan oleh orang-orang atau kelompok tertentu yang sering menjadikan uang sebagai sumber godaan dan membeli apa pun yang ia inginkan. Banyak yang menjadi korban dengan kondisi ini bahkan telah merusak kehidupan persekutuan gereja mula-mula pada waktu itu. Banyak pula di saat ini yang menjadi korban dan kondisi yang demikian. Pilkada sudah di depan mata, ada begitu banyak Calon yang menawarkan diri kepada kita, yang di dalamnya uang pun diikutsertakan. Jangan menjual jiwa kita, hanya karena uang telah diberikan kepada kita. Mari kita tunjukan bukti dari sebuah perenungan dan pemahaman yang dimiliki oleh orang percaya, untuk tetap teguh di dalam iman dan tidak menjadi budak dari uang.
Saudara-saudara yang saya kasihi dalam Yesus Kristus,
Oleh karena itu penulis surat Ibrani menegaskan, agar manusia dapat berharap kepada Allah sebagai penolong satu-satunya yang telah berjanji, “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”. Jadi berdasarkan janji ini maka memberikan waktu dan tubuh serta jiwa ini untuk kepentingan persekutuan adalah segala-galanya ketimbang memberikan waktu, tubuh dan jiwa kepada perbudakan uang dan kerja.
Ada satu hal yang unik dari bagian ini. Ayat 4 yang berbicara tentang kesucian perkawinan dan diikuti oleh ayat 5 yang berbicara tentang hamba uang. Keunikan akan sangat terasa bila kita mencoba untuk menghubungkan kedua ayat ini yang mungkin sengaja diletakan berurutan oleh penulis surat Ibrani. Kondisi dan situasi dari sebuah keluarga yang mengalami kekurangan secara materil seperti uang akan cukup mampu memicu sejumlah masalah dalam keluarga tersebut bahkan akan menjadi sebuah masalah yang besar. Solusi yang diberikan ialah sebuah kalimat yang sarat akan hikmat yaitu “cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu” Kalimat ini menegaskan bahwa orang percaya harus mampu memanage atau mengolah keuangan dalam kehidupan pribadi dan terlebih dalam kehidupan keluarga. Lebih luas lagi maka berdasrkan kalimat ini dan dari pengertian secara umum surat Ibrani pasal 13 menasehatkan kepada kita bagaimana meraih hidup yang sukses dan berhasil.
Nah, dari hal ini mungkin akan timbul keinginan untuk tahu tentang sukses dan bagaimana memperolehnya. Mungkin ada yang tertarik dengan bertanya siapa dia dan mungkin orang akan bertanya seberapa besar kesuksesan seseorang?
Kesuksesan seseorang tidak diukur dari apa yang dimiliki oleh seseorang di saat ini tetapi dari seberapa besar perjuangannya melewati begitu banyak pergumulan.
Mengelola adalah awal dari sebuah keberhasilan. Yang mengelola tentu saja bukan sebuah reaksi spontan. Ibarat orang yang kena setrum dan melepaskan tangan dari barang yang mengandung listrik, tindakan melepaskan tangan itu bukan tindakan “mengelola”. Mengelola itu harus menggunakan perencanaan, punya sistem pengelolaan yang bisa berkelanjutan. Itulah alasannya mengapa para pengembang kepribadian umumnya menghubungkan keberhasilan sebagai buah dari kebiasaan.
Kebiasaan itu sendiri merupakan buah dari keputusan. Yang dimaksudkan “keputusan” di sini ialah keputusan untuk terus menempuh jalan sukses, bukan keputusan untuk mengambil jalan pintas yang seakan-akan bisa sukses, namun tidak pernah sukses dalam arti yang sesungguhnya.
Selain Alkitab, orang-orang banyak membeli dan memiliki buku-buku tentang kesuksesan, namun hal ini akan percuma bila tidak dibarengi dengan usaha untuk mencerna isinya. Percuma juga bila hanya memahami sejumlah kiat sukses dan percuma pula meyakini sejumlah dalil sukses bila tidak memutuskan untuk menjadikan semua itu sebagai sebuah kebiasaan.
Saudara-saudara yang saya kasihi dalam Yesus Kristus,
Sebuah keluarga yang bisa menjadi contoh adalah keluarga yang bisa mengelola kehidupan mereka dengan baik. Menjaga tali persaudaraan dengan sesama akan dicontohkan dengan baik lewat kehidupan anggota keluarga yang saling mengasihi satu dengan yang lain. Memberikan tumpangan dapat diartikan dengan memberikan sesuatu kepada orang lain dengan pertolongan yang tepat seturut dengan apa yang dibutuhkan oleh orang yang kita bantu. Mendengarkan pergumulan orang lain akan membutuhkan ruang di hati kita untuk memberikan kesempatan, orang lain akan singgah di dalam hati ini untuk menumpangkan pergumulan dan beban mereka. Bila kita selalu melakukan ini maka hati kita sebagai orang percaya akan senantiasa peka dengan kehidupan orang lain dan akan semakin mempererat sebuah persekutuan dan bukan semakin terpecah oleh karena alasan “saya benar dan kamu salah”. Kehidupan kita sebagai satu jemaat ibarat kehidupan kita sebagai satu keluarga. Tugas kita untuk menjaga dan memelihara keharmonisan dan kerukunan satu dengan yang lain, agar dapat menjadi saksi dan teladan bagi orang-orang di sekitar. Dengan kehidupan kita yang lebih baik dari hari kemarin, maka perekutuan kita akan menjadi cerminan Injil itu sendiri. Injil adalah kabar baik yang bukan hanya ditujukan kepada kita orang percaya, tetapi jusru lebih diarahkan kepada mereka yang belum percaya. Bila suasana kehidupan jemaat dan kehidupan keluarga kita belum merasakan dan menggambarkan suasana “kabar baik” atau damai sejahtera maka kita akan gagal untuk memasuki hari-hari yang akan datang, yang sebenarnya akan lebih menuntut kesiapan kita karena pergumulan yang ditawarkan dunia ini akan semakin berat dan menantang.
Kegagalan dari penerapan Kabar baik dalam kehidupan keluarga akan menjadi batu sandungan bagi usaha penginjilan dan menjadi batu sandungan bagi generasi yang akan datang untuk percaya kepada jaminan yang diberikan oleh Allah, yaitu Dia adalah penolong satu-satunya bagi kehidupan kita bersama.
Saudara-saudara yang saya kasihi dalam Yesus Kristus,
Secara keseluruhan perenungan kita di saat ini mau menyatakan dua warna dalam perkembangan kehidupan orang percaya. Pertama, kalimat yang bernuansakan peraturan seperti “jangan”, merupakan sebuah tuntutan yang harus dilakukan oleh orang percaya sebagai tanggung jawab yang tak terelakkan. Kedua, kalimat yang bernuansakan anjuran seperti “ingatlah” dan “hendaklah” menuntut kesadaran terdalam yang diharapkan untuk bertumbuh dari dalam nurani orang percaya sendiri sehingga menjadi sebuah kekuatan jiwa dalam mengerti maksud dan kehendak Tuhan.
Perenungan kita di saat ini juga mau menyatakan dengan jelas bahwa Iman yang kita renungkan di minggu lalu, akan menjadi jelas dalam kehidupan nyata tatkala kita melakukan apa yang bisa berdampak bagi kehidupan bersama. Iman dan perbuatan adalah kesatuan, tanpa salah satunya maka Iman tidak akan ada. Kekuatan dari Iman terletak di dalam tindakan nyata orang percaya dan Iman akan dirasakan dari fungsinya, ibarat cerita dari “Si Pelit dan Emasnya.”
Ceritanya ialah Seorang yang sangat pelit mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur emasnya, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk memastikan bahwa tidak ada emasnya yang hilang. Dia sangat sering melakukan hal itu sehingga seorang pencuri yang mengawasinya, dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Pelit itu dan suatu malam, dengan diam-diam pencuri itu menggali harta karun tersebut dan membawanya pergi. Ketika si Pelit menyadari kehilangan hartanya, dia menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia mengerang-erang sambil menarik-narik rambutnya. Satu orang pengembara kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis dan bertanya apa saja yang terjadi. "Emasku! oh.. emasku!" kata si Pelit, "seseorang telah merampok saya!" "Emasmu! di dalam lubang itu? Mengapa kamu menyimpannya disana? Mengapa emas tersebut tidak kamu simpan di dalam rumah dimana kamu dapat dengan mudah mengambilnya saat kamu ingin membeli sesuatu?" "Membeli sesuatu?" teriak si Pelit dengan marah. "Saya tidak akan membeli sesuatu dengan emas itu. Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbelanja sesuatu dengan emas itu." teriaknya lagi dengan marah. Pengembara itu kemudian mengambil sebuah batu besar dan melemparkannya ke dalam lubang harta karun yang telah kosong itu. "Kalau begitu," katanya lagi, "tutup dan kuburkan batu itu, nilainya sama dengan hartamu yang telah hilang!"
Iman akan menjadi sama dengan sebongkah batu, yaitu barang yang tidak bernilai. Walupun sebenarnya Iman itu adalah emas tetapi bila ia tidak pernah difungsikan sesuai dengan nilainya maka Iman akan menjadi sia-sia.
Kita semua yang hadir di rumah Tuhan ini adalah orang-orang yang sungguh memiliki iman, tetapi mari kita tanyakan kepada diri kita masing-masing, apakah Iman kita sudah difungsikan sesuai dengan nilainya dalam kehidupan sehari-hari? Adakah iman kita bisa dirasakan oleh Isteri, Suami, Anak-anak dan orang-orang yang ada di sekitar kita?
Bila Iman yang ada sungguh telah difungsikan dengan nyata, maka Iman kita telah beroleh kekuatan untuk mengasihi dalam kasih persaudaraan dan akan dengan sungguh menghormati sebuah perkawinan serta menghindarkan diri ini untuk menjadi hamba uang, terlebih Iman akan memampukan kita semua untuk selalu percaya bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan kita dan Dia akan senantiasa mencukupkan apa yg dibutuhkan karena Tuhan adalah satu-satunya dalam kehidupan kita bersama sebagai Keluarga Kerajaan Allah.
Amin.

Selengkapnya...(Read More)

Vitalnya Kata, Fatalnya Dusta

Oleh Eka Darmaputera

Setelah Titah ke-VIII, "JANGAN MENCURI", sekarang tiba giliran membahas Titah ke-IX - the last one -- "JANGAN MENGUCAPKAN SAKSI DUSTA TENTANG SESAMAMU". Titah ini dapat kita baca dari Keluaran 20:16 dan Ulangan 5:20.

Dalam terjemahan bahasa Indonesia, bunyi kalimat dalam dua kitab tersebut persis sama. Tapi tidak begitu dalam naskah aslinya. Dalam naskah bahasa Ibrani, kata yang dipakai untuk "saksi dusta" pada versi Keluaran, mengandung pengertian "mengucapkan kebohongan", "ketidak-benaran". Sedang pada versi Ulangan, "berbicara secara tidak-serius"; "membual"; "sembrono".



Memang bukan perbedaan yang esensial. Malah sebaliknya, keduanya saling melengkapi. Yang versi Keluaran menekankan "hakikat"nya. Yaitu bahwa mengucapkan "kesaksian dusta", tidak kurang adalah mengucapkan kebohongan; menyebarluaskan ketidakbenaran. Sedang yang versi Ulangan berbicara mengenai "roh"nya. Yaitu bahwa di balik "kesaksian palsu", adalah "ketidak-sungguhan". Ketidak-sungguhan orang dalam menyaring tindakannya sendiri, maupun dalam memperhitungkan akibatnya terhadap orang lain. Sembrono.

JELAS sekali, betapa Hukum ke-VIII ini mengambil "dunia pengadilan" sebagai latar belakang. Sebab itu dengan segera kita dapat membayangkan "suasana"nya. Di situ, berkumpullah orang-orang yang dalam segala hal mungkin saling berbeda. Namun demikian, mereka diikat oleh tujuan yang sama. Yaitu, "mencari kebenaran" dan "mengupayakan keadilan".

Di situ ada seorang, atau lebih, anak manusia yang "nasib" dan "hidup"nya sedang ditentukan. Bila yang bersangkutan adalah terdakwa, dan terbukti bersalah, apakah ia akan mendapat hukuman yang setimpal, tapi adil? Dan bila sebaliknya, ia adalah korban yang sedang mencari keadilan, apakah ia akan memperoleh kompensasi yang memadai atas kerugian yang dideritanya?

Pendek kata, agar kejahatan tidak dibiarkan bebas tanpa hukuman, namun demikian baik pelaku maupun korban tetap dihormati hak-hak serta martabat mereka. Dan yang terpenting, pengadilan tidak "menumpahkan darah orang yang tak bersalah".

Demikianlah, suasana batin atau "mood" yang melatar-belakangi "Titah ke -IX" ini, adalah suasana yang "kritis" dan "serius". "Kritis" dan "serius", sebab ada "nasib", "hidup" dan "masa depan" orang yang sedang dipertaruhkan. Bukan main-main.

Dalam rangka mencari kebenaran, serta untuk tiba pada keputusan yang seadil-adilnya, maka bukan saja peran hakim atau jaksa atau pembela yang sangat menentukan. Yang tak kurang vitalnya, adalah peranan para "saksi". Keterangan para saksi ini dapat meringankan, tapi dapat pula memberatkan. Bisa memberikan kejelasan, tapi bisa pula menambah kekaburan. Sebab itu para saksi pun harus bersungguh-sungguh dalam melaksanakan fungsinya. Tidak boleh "main-main".

Untuk itu, sebelum memberi kesaksiannya, para saksi harus disumpah. Bahwa dalam kesaksian mereka, mereka berjanji hanya akan mengatakan kebenaran -- tanpa dipelintir-pelintir. Bahwa mereka akan menyatakan seluruh kebenaran -- tanpa ada yang sengaja disembunyikan. Dan bahwa mereka tidak akan mengungkapkan apapun yang lain, kecuali kebenaran -- bukan opini, bukan interpretasi, bukan a priori.

MENGINGAT begitu seriusnya peran para saksi ini, dapatlah kita mengerti, mengapa "kesaksian palsu" atau "kesaksian dusta" ditanggapi begitu seriusnya dalam Dasa Titah, bahkan dalam seluruh alkitab. Kita disadarkan ulang, bahwa "kesaksian dusta" - bila dibiarkan -- akan merupakan "horror" dan "bencana" bagi seluruh proses mencari keadilan. Sebuah mimpi buruk bagi keberadaban -- karena itu juga bagi keberadaan -- sebuah bangsa.

Itulah yang pertama-tama ingin saya ingatkan mengenai Titah ke-IX ini. Bahwa ada suasana batin yang amat serius yang melatar-belakangi hukum tersebut. Bahwa berkata benar adalah sesuatu yang serius. Dan bahwa berkata dusta adalah dosa yang serius pula.

Seluruh alkitab membenarkan apa yang saya katakan. Bagi pemazmur, salah satu pengalaman yang paling pahit dalam hidupnya, adalah ketika mesti menghadapi kesaksian dusta lawan-lawannya. Ia sampai berteriak, "Telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman!" (Mazmur 27:12)

Kemudian, menurut sang Bijak dari kitab Amsal, ada enam perkara yang dibenci dan dianggap keji oleh Tuhan - bahkan tujuh. Yaitu, "mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, hati yang membuat rencana-rencana jahat, kaki yang lari menuju kejahatan, dan . saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan, dan yang menimbulkan pertengkaran" (6:16-19).

Sebaliknya, "saksi yang setia menyelamatkan hidup" (Amsal 14:25). Karena itu, "saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, (dan) orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa" (Amsal 19:9; 21:28)

Perjanjian Baru menjelaskan, bahwa "sumpah palsu" adalah "bayi" yang dilahirkan oleh hati yang jahat" (Matius 15:19). Ia merupakan bagian tak terpisahkan dari setiap skenario peradilan yang tidak adil. Ini nyata, baik dalam pengadilan Stefanus (Kisah Para Rasul 6:13) maupun dalam pengadilan Yesus sendiri (Matius 26:59-60).

YANG tak kurang menariknya dalam hubungan ini, adalah sikap alkitab terhadap mereka yang menolak memberi kesaksian. Bila yang bersangkutan memiliki bahan-bahan kesaksian yang penting, tapi tidak bersedia mengungkapkannya, maka ia akan dipandang dan diperlakukan sama seperti si pelaku kejahatan itu sendiri.

"Apabila seseorang berbuat dosa, yakni jika ia mendengar seorang mengutuki, dan ia dapat naik saksi karena ia melihat atau mengetahuinya, tetapi ia tidak mau memberi keterangan, maka ia harus menanggung kesalahannya sendiri" (Imamat 5:1)

Jadi, ada dosa yang disebabkan karena orang berbicara, namun ada pula dosa yang disebabkan karena orang TIDAK berbicara. Dosa karena berdiam diri. The sin of silence.

Ada banyak sebab, mengapa orang memilih untuk diam. Ada yang tidak mau berbicara, karena takut. Mengenai "diam" dari jenis ini, saya harap Anda tidak terlalu gegabah menghakimi secara "gebyah uyah".

Ada orang yang diam, karena yang bersangkutan memang penakut atau pengecut. Sikap yang tidak terlalu membanggakan hati. Namun demikian, harus kita akui, bahwa kadang-kadang itu bukan kesalahan mereka sepenuhnya. Tidak jarang ada ada keadaan yang sedemikian rupa menindas dan mencekamnya, sehingga "takut" adalah sesuatu yang manusiawi.

Malah bisa terjadi, dalam situasi-situasi ekstrem tertentu, sikap "diam" justru adalah sikap yang terpuji. Di zaman Orde Baru, misalnya, ada orang-orang yang layak kita puji karena mereka memilih untuk diam, ketimbang berteriak-teriak mendukung ini atau mendukung itu, menunjukkan oportunisme mereka. Dalam hal-hal tertentu, sungguh, "diam" adalah bentuk perlawanan terhadap keangkara-murkaan.

"Diam" yang tercela, menurut penilaian saya, adalah "diam" yang lahir dan didorong oleh ketidak-pedulian, apatisme, egoisme, "cari aman", "cari selamat". Jenis "diam" yang seperti inilah, yang menyuburkan kejahatan dan kesewenang-wenangan. Sebab dengan diam, kejahatan dibiarkan tumbuh dengan bebas, tanpa gangguan ataupun perlawanan. Dan "membiarkan kejahatan" jenis inilah, yang layak disamakan dengan "melakukan kejahatan" itu sendiri. "Bersaksi dusta" paling sering terjadi dalam bentuk "tidak berkata apa-apa".

BUKAN hanya bagi konteks dunia pengadilan saja, hukum ke IX ini relevan. Hukum ini juga amat relevan bagi seluruh kehidupan. Sebab bukankah seharusnya seluruh proses kehidupan kita, adalah juga merupakan proses memperjuangkan kebenaran dan upaya mewujudkan keadilan? Bukankah dalam kehidupan ini, semua orang setiap saat sedang ditentukan "nasib"nya: apakah ia akan mendapat hukuman yang setimpal atas kesalahannya, dan memperoleh perlindungan bila dikambing-hitamkan secara semena-mena?

Bukankah dalam hidup ini, setiap kali kita berinteraksi dengan orang lain, tidak jarang kita harus berfungsi sebagai hakim, jaksa, terdakwa, tapi yang senantiasa harus adalah berfungsi sebagai saksi? Bahwa, seperti kata Yesus di hadapan Pilatus, "untuk itulah aku lahir dan untuk itulah aku datang ke dalam dunia ini, SUPAYA AKU MEMBERI KESASKSIAN TENTANG KEBENARAN" (Yohanes 18:37) - begitu pula tugas dan misi kita.

Kalau pun di dalam kenyataan, ternyata kita tidak mampu mewujudkan kebenaran dengan mengalahkan kepalsuan serta kejahatan, Allah akan maklum. Tapi paling sedikit, jangan jadikan diri kita sebagai bagian dari kepalsuan serta kejahatan itu sendiri. Dalam hal ini, bentuk titah yang negatif , "JANGAN MENGUCAPKAN SAKSI DUSTA TENTANG SESAMAMU" menjadi lebih realistis. Walaupun tetap saja pelik. Pelik untuk hidup jujur, tapi tidak hancur. Pelik untuk bertindak cerdik, tanpa menjadi licik. Pelik untuk berhati lugu, tapi tidak berotak dungu.
Selengkapnya...(Read More)